Home » » DINKES KOTA TEGAL CATAT, 510 ORANG POSITIF TUBERCULOSIS

DINKES KOTA TEGAL CATAT, 510 ORANG POSITIF TUBERCULOSIS

Written By Media Rakyat on Friday, 20 April 2018 | 15:49:00


TEGAL – (Media Rakyat). Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tegal,  sampai akhir 2017, di Kota Tegal ditemukan 510 orang positif penderita Tuberculosis (TBC), dari perkiraan Dinas kesehatan ada 859 penderita, hal ini disampaikan kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, dr. Sri Primawati Indraswari saat pelaksanaan peringatan Hari TBC, Sabtu (7/4) di Pendopo Ki Gede Sebayu, Komplek Balai Kota Tegal.
Menurut dr. Prima dalam penanganan penyakit TBC, diawali dengan menemukan penderita. Semakin banyak yang di temukan akan semakin mudah dalam menanggulangi penyakit ini, karena dengan ditemukan penderita maka akan mudah dalam pengobatan.
Saat ini, pihaknya tengah terus memonitor perkembangan penyakit ini melalui penemuan secara aktif, yang dilakukan dengan kunjungan rumah pasien umum, yang dilakukan oleh petugas dari puskesmas bersama kader-kader di masyarakat.
Yang perlu dicermati menurut dr. prima adalah waku pengobatan yang lama, membutuhkan kesabaran bagi penderita, jangan sampai penderita berhenti ditengah jalan dalam melakukan pengobatan, sebab pengobatan TBC yang tidak tundas akan menimbulkan resistensi.
Dr. Prima menghimbau apabila masyarakat mengalami batuk yang tak kunjung sembuh segera diperiksakan ke puskesmas terdekat, agar bisa ditentukan apakah diagnosanya TBC atau bukan. Penderita bisa berobat secara rutin dan gratis di pusekemas di Kota Tegal.
Himbaun tersebut senada dengan himbauan PJS Wali Kota Tegal Achmad Rofai dalam sambutan peringatan Hari TBC, bahwa PJS Wali Kota menghimbau kepada semua pihak baik pemberi layanan kesehatan, kader kesehatan, tokoh masyarakat untuk dapat membantu menemukan dan segera mengobati penderita TBC di sekitar lingkungan tempat tinggal maupun tempat kita beraktivitas sehari-hari.
PJS. Wali Kota menambahkan Penderita TBC harus mendapat pengobatan yang tuntas dan dibutuhkan keluarga atau orang-orang terdekat yang mampu menjadi pemantau atau Pengawas Menelan Obat (PMO). (Daryani/MR/99).

IKLAN

 

Arsip Berita