Home » » MENJELANG MUSIM KEMARAU WASPADAI KEBAKARAN LAHAN

MENJELANG MUSIM KEMARAU WASPADAI KEBAKARAN LAHAN

Written By Media Rakyat on Wednesday, 28 March 2018 | 12:08:00


TEGAL – (Media Rakyat). Menjelang musim kemarau, sesuai dengan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa pulau Jawa akan memasuki musim kemarau pada bulan April mendatang, kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja andri Yudi Setiawan menghimbau agar masyarakat tidak sembarangan dalam membakar lahan kering dan sampah.
Hal ini disampaikan Andri Yudi Setiawan sesaat setelah menghadiri upacara peringatan HUT Pemadam Kebakaran (Damkar) ke-99 di halaman Pendopo Balai Kota Pemerintah Kota Tegal, Rabu (21/3).
Hal ini menindaklanjuti arahan PJS. Wali Kota Tegal, dalam sambutan peringatan HUT Damkar, Satpol dan Linmas, PJS menyampaikan tema peringatan hari ulang tahun Damkar kali ini adalah optimalisasi peran pemadam kebakaran dalam menghadirkan perlindungan masyarakat menyongsong pil-kada serentak tahun 2018. pemadam kebakaran sebagai aparatur pemerintah harus memiliki kesigapan, kemampuan untuk bisa bersama – sama dalam menanggulangi bahaya kebakaran .
Andri yudi menyampaikan berdasarkan pengalaman tahun-tahun kemarin, bahwa di kota Tegal sering terjadi kebakaran lahan, hal ini disebabkan banyak orang yang tidak bertanggung jawab membakar lahan, biasanya diawali dengan membakar sampah sembarangan, dan tidak memperhatikan lokasi sekeliling, salah satunya adalah rumput dan semak belukar kering.
Menurutnya, ini merupakan beberapa penyebab terjadinya kebakaran lahan, Andri Yudi menghimbau masyarakat untuk tetap waspada, terhadap terjadinya kebakaran baik itu di pemukiman maupun di lahan kosong  dan jangan membuang sampah sembarangan  
Ada beberapa titik lahan kosong yang perlu diwaspadai, ada di kelurahan Margadana, kelurahan Mintaragen dan di Kecamatan Tegal Selatan masih banyak lahan-lahan kosong.
Pemadam kebakaran akan tetap bersiaga 24 per 7 dalam arti siaga selama 24 jam salama tujuh hari dalam seminggu, tidak ada libur, tidak mengenal musim, karena kebakaran bisa terjadi kapan saja. (Daryani/MR/99).


IKLAN

Arsip Berita