Home » » PETANI TAMBAK KEC. MARGADANA MINTA ALIRAN LISTRIK SAMPAI KE LOKASI

PETANI TAMBAK KEC. MARGADANA MINTA ALIRAN LISTRIK SAMPAI KE LOKASI

Written By Media Rakyat on Friday, 3 November 2017 | 21:40:00

TEGAL (Media Rrakyat). Semenjak sawah di sebagian besar wilayah kelurahan Margadana sudah tidak lagi menghasilkan padi secara maksimal, para petani mulai beralih menjadi petambak budi daya udang vanamei. Namun upaya untuk untuk beralih profesi menjadi petambak bukan tanpa halangan.
Seperti yang disampaikan Abdul Wahab ketua RW 09 kelurahan Margadana yang menyampaikan keluh kesah di depan Plt. Walikota Tegal, Drs. M Nursholeh, M.MPd saat dialog interaktif walikota dengan warga masyarakat kelurahan Margadana, Senin (24/10) di kantor Kelurahan Margadana.
Abdul Wahab, menyampaikan bahwa untuk tahun ini,
sawah sudah tidak bisa lagi ditanami padi, hal ini dikarenakan tanah kering dan air asin sudah merambahke selatan, walaupun Pemerintah sudah membuat saluran untuk antisipasi hal tersebut, namun padi yang dihasilkan tidak maksimal. Hal inilah yang menyebabkan akhirnya petani beralih profesi menjadi petambak udang vanamei, jelas Wahab.
Namun menurut wahab, petambak udang vanamei ini masih mengalami kesulitan mengenai listrik yang dibutuhkan untuk menjalankan kincir air yang dibutuhkan untuk tambak udang vanamei. Listrik sampai dengan sekarang belum memasuki wilayah tambak-tambak warga yang berada di dekat jalan lingkar utara yang belum jadi.
Dalam kesempatan tersebut Wahab minta bantuan Pemerintah Kota Tegal untuk membantu Agar tambaknya bisa teraliri listrik, sebab saat ini petambak menggunakan genset untuk menjalankan kincir air, dan solar yang dibutuhkan cukup memberatkan petambak.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Pertanian dan Pangan Nur Fuady menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengadakan studi dan analisa terkait kondisi sawah di kelurahan margadana dengan menggandeng praktisi dari Universitas Jendral Soedirman Purwokwerto, yang hasilnya secara umum memang jika ditanami padi lahan tersebut sudah tidak maksimal.
Dan terkait dengan aliran listrik yang diinginkan oleh petambak dijawab oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU TR), yang di wakili oleh Daryati, yang menyampaikan bahwa karena listrik yang di inginkan bukan tiang listrik atau aliran listrik untuk penerangan jalan maka, ini sudah bukan lagi ranah DPU TR, ini ranah Perusahaan Listrik Negara (PLN), namun demikian pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak PLN terkait, keinginan petambak udang vanamei di kelurahan Margadana
Sementara itu Plt. Walikota Tegal Drs. M Nursholeh menyampaikan bahwa, sebetulnya kelurahan memiliki dana Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Kelurahan (APIK), apabila disetujui masalah listrik ini bisa disiasati dengan dana  tersebut. Dan APIK bisa digunakan untuk membantu upaya menarik jaringan listrik ke lokasi tambak. Nursholeh menambahkan pada prinsipnya Pemerintah kota akan membantu semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan keungan daerah.(Daryani/MR/99)

IKLAN

Arsip Berita