Home » » BUPATI TEGAL PIMPIN PULUHAN RIBU MASA LONG MARCH TOLAK FDS

BUPATI TEGAL PIMPIN PULUHAN RIBU MASA LONG MARCH TOLAK FDS

Written By Media Rakyat on Saturday, 26 August 2017 | 12:06:00

SLAWI - (Media Rakyat)-Puluhan ribu masa dari PC NU, FKDT, Badko TPQ, Badan Otonom dan Lembaga NU, serta eleman masyarakat yang peduli dengan pendidikan Madrasah Diniyyah, TPQ dan Pondok Pesantren di KABUPATEN TEGAL melakukan Aksi damai menuntut pembatalan Permendikbud No. 23 Tahun 2017 pada Jumat, 25 Agustus 2017 di Taman Rakyat Slawi Ayu (Trasa).
Usai menjalankan Shalat jumat di Masjid Agung Slawi dan masjid sekitar Slawi, 30 ribu masa melakukan long march dari gedung Nahdatul Ulama (NU) menuju Taman Rakyat Slawi Ayu (TRASA).
Alasan utama aksi ini adalah menuntut Pemerintah segera mencabut Permendikbud No 23 Tahun 2017 tentang pemberlakuan 5 hari sekolah yang di anggap merugikan pendidikan anaknya.
"Ditinjau dari berbagai sisi lebih banyak mengandung madlarat (bahaya) dari pada mashlahatnya (manfaatnya). TPQ, Madrasah Diniyyah dan Pesantren yang selama ini benar- benar menyumbang pendidikan karakter dan menjadi garda depan dalam menjaga kedaulatan Negara akan tereliminasi oleh permendibud ini. Selain dari sarana prasarana masih banyak sekolah, bahkan rata-rata, belum memadai untuk mengimplementasikan permendikbud tersebut. Yang paling penting saat ini adalah TPQ, Madrasah Diniyyah dan Pondok Pesantren terus diperhatikan, Karena dari sinilah pendidikan karakter yang menunjang kedaulatan NKRI dilakukan." Tutur Nur kholis sobari selaku corlap aksi damai tersebut.
Sementara itu Bupati Tegal Entus Susmono sekaligus pemimpin aksi long march di dampingi para tokoh ulama dari NU dengan tegas menolak Permendagri No 23 Tahun 2017, karena Permen tersebut hanya akan mempersempit ruang gerak Madrsah Diniyyah, TPQ dan Pondok pesantren saja.
Kabupaten Tegal akan melestarikan dan mempertahankan MDA, TPQ dan Pesantren karena ini sangat penting dan punya andil besar dalam membentuk Ahlakul karimah juga karakter generasi penerus Bangsa.
"Dipintarkan dulu ilmu Agama nya, bukan bahasa Inggris atau ilmu computer nya dulu yang diutamakan, Buat apa anak anak kita pintar kalau Ahlak nya bobrok. Kami akan surati Bpk Mentri dan Presiden Jokowi untuk segera mencabut permen tersebut, kalau pengen jadi pemimpin sejati Pak Jokowi harus mengambil keputusan yang cepat dan bener. Konsekuensi saya sebagi Bupati, siap menerima sanksi apapun kalau kemudian saya menolak Full Day Scoll atau 5 hari Sekolah." Tegasnya (Farid/MR/99)

IKLAN

Arsip Berita