Home » » AKSI MOGOK BUS PEMALANG - RANDUDONGKAL HARI KE-2

AKSI MOGOK BUS PEMALANG - RANDUDONGKAL HARI KE-2

Written By Media Rakyat on Wednesday, 26 July 2017 | 14:40:00

PEMALANG - (Media Rakyat). Selasa ( 18-07-2017), Aksi Mogok bus jurusan Pemalang - Randudongkal berlanjut sampai hari ke -2 terlihat sejak pagi. Anggota Sat Lantas Polres Pemalang dan Unit lantas Polsek Randudongkal berjaga di pertigaan Pasar Randudongkal. Di hari ke 2 aksi mogok ini kru bus tetap pada tuntutan yang sama agar bus AKAP yang mangkal di terminal Randudongkal untuk dihentikan beroperasi.
Di hari pertama aksi mogok sebelumnya, Satlantas Polres Pemalang dan Pemda telah menindaklanjuti aksi mogok tersebut dengan menggelar rapat koordinasi dan langsung terjun ke lapangan, Senin sore (17-07-2017) jam 17.00 Wib dengan menemui kru bus baik kru bus 3/4 yang menggelar aksi mogok dan juga kru bus AKAP yang ada di wilayah Randudongkal.
Kasat lantas Polres Pemalang AKP Rismanto, S.H. menjelaskan bahwa pihaknya bersama Dinas Perhubungan Kab Pemalang serta Satpol PP secara bersama-sama mulai hari ini Senin kemarin menyiagakan personil di terminal Randudongkal setiap hari untuk melarang bus AKAP mangkal di terminal Randudongkal.
"Sampai ada kesepakatan antara bus 3/4 dan bus AKAP yang akan difasilitasi Dinas Perhubungan dalam mencari kesepakatan bersama " jelas Kasat lantas.
Untuk mengantisipasi terlantarnya penumpang atau masyarakat, anak anak sekolah, yang beraktifitas menggunakan bus, menurut AKP Riswanto, Polres Pemalang menyiagakan mobil dinas baik truk dalmas bus dinas maupun kendaran dinas lainya serta dibantu mobil dinas milik jajaran pemda kab Pemalang.
Kapolsek Randudongkal AKP I Ketut Mara, S.H. melalui Kanit Lantas, Ipda Haru Ratnoto, S.H. dalam menghimbau kepada masyarakat yang akan berangkat kerja dan anak anak sekolah untuk menunggu bus, truk maupun mobil dinas milik Polri, Pemda yang disediakan gratis.
"Selain itu ada pula mobil pribadi masyarakat yang juga sudah kami himbau untuk membantu utamanya anak-anak sekolah agar mau memberikan tumpangan kepada mereka," jelas Haru Ratnoto. (Heri/MR/99).

IKLAN

Arsip Berita