Home » , » ASIK BERKARAOKE KELILING KAMPUNG BUDI DIAMANKAN POLISI

ASIK BERKARAOKE KELILING KAMPUNG BUDI DIAMANKAN POLISI

Written By Media Rakyat on Friday, 7 April 2017 | 09:01:00

PEMALANG - (Media Rakyat). Polsek Bodeh Polres Pemalang Polda Jateng amankan seorang pengamen yang sedang mengamen keliling di Desa Kebandaran  Kecamatan Bodeh pada Senin (03/04/2017)
Dalam operasi Pekat yang termasuk dalam kegiatan Operasi Kepolisian yang ditingkatkan Polsek Bodeh laksanakan Razia yang dipimpin oleh Kanit Sabhara Aiptu Tri Mulyono dibantu KSPK I Aiptu Fatihin  dan anggota Sabhara Polsek Bodeh
Operasi yang dilaksanakan mulai pukul 14.00 Wib . pekat kali ini berhasil mengamankan seorang pengamen yang sedang melaksanakan ngamen keliling di Desa Kebandaran Bodeh.
Adapun identitas pengamenBudi (45) beralamatkan Bojong Pekalongan, diamankan Anggota Polsek Bodeh saat melakukan ngamen keliling dengan cara menyanyi karaoke dengan tape recorder yang dibawanya lengkap dengan mic untuk menyanyi .
Saat diamankan oleh petugas Budi mengaku telah menjalankan profesinya tersebut selama kurang lebih tiga tahun dan mengamen dilakukan dipemukiman penduduk dan kadaang di dalam bus antar kota, ketika di tanya oleh Aipda Subhan Budi dalam sehari mengamen bisa mendapatkan pendapatan rata-rata lima puluh ribu rupiah yang dia gunakan untuk mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari.
Oleh Kanit Sabhara pengamen tersebut kemudian di bawa ke kantor Polsek Bodeh untuk diberikan pembinaan dan dianjurkan untuk mencari lapangan pekerjaan lain namun mengamen tidak dilarang yang penting jangan memaksa dan jaga kesopanan .
Kapolsek Bodeh AKP Hartono S.H. melalui kanit Sabharanya Aiptu Tri Mulyono menjelaskan bahwa operasi pekat rutin dilakukan Polsek Bodeh dengan sasaran Miras,pengemis ,anak punk ,premanisme ,pengamen ,dan lain lain yang perlu dilakukan dalam mencegah k√®jahatan dan menindak pelanggaran demi terciptanya situasi Kamtibmas yang aman di wilayah Bodeh  guna meningkatkan keamanan dan ketertiban di masyarakat.
“Mengamen memang tidak dilarang namun harus jaga kesopanan dan ketertiban ,dan yang lebih penting lagi jangan memaksa bila meminta upah karena kalau memaksa itu sama juga dengan pemerasan "Pungkas tri mulyono saat berikan pembinaan kepada pengamen tersebut. (Heri/MR/99).

IKLAN

Arsip Berita