Home » » TEGAL JEPANGNYA INDONESIA

TEGAL JEPANGNYA INDONESIA

Written By Media Rakyat on Monday, 20 March 2017 | 11:17:00


Drs. Abdul Fikri Faqih saat memberikan sambutan

TEGAL- (Media Rakyat). Salah satu kota yang terletak diwilayah pesisir pantura dan memiliki berbagai macam jenis usaha ekonomi kreatif yaitu Kota Tegal. Tegal memang terkenal dengan warteg-nya, dimana para pelaku usaha tersebut sudah tersebar dipelosok nusantara. Ada juga industri logam yang menjadikan Tegal dikenal dengan sebutan Jepangnya Indonesia.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih mengatakan ketika di Jakarta sering ingat Tegal, sebab secara makro Pemerintah saat ini mengandalkan sumber daya ekonomi dari sektor sumber daya alam seperti minyak, gas dan batubara. Menempati urutan berikutnya yang saat ini cenderung naik adalah sektor pariwisata, kemudian disusul ekonomi kreatif.
“Ekonomi kreatif yang ada di Tegal sangat banyak. Ini sudah menjadi watak orang Tegal yaitu sebagai pelaku usaha”, katanya dalam acara workshop peningkatan kapasitas pelaku usaha ekonomi kreatif yang diselenggarakan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) di Hotel Karlita, kemarin (9/3)
Sosok yang pernah memimpin sekolah menengah kejuaruan ini juga mengatakan bahwa saat anak didik melakukan praktek, tidak dalam ruang praktek. Namun langsung diterjunkan ke lapangan, yaitu di jalan cempaka yang dulu pusat industri logam.
“Potensi logam di Tegal sangat luar biasa, sehingga Tegal dikenal Jepangnya Indonesia. Apapun jenis produk yang terbuat dari logam, maka orang bisa membuat produk tersebut”, ungkap Fikri
Potensi lain yang dimiliki Kota Tegal yakni makanan (kuliner), dari sisi penampilan dan rasa tidak kalah dengan produk lain. Ada berbagai jenis kuliner, ada sate, teh poci, tahu aci, kupat dan sebagainya
Sementara itu, Abdul Fikri Faqih berharap produk ekonomi kreatif asli Tegal dan sudah menjadi ikon yaitu logam dengan sentuhan seperti workshop dan pelatihan dapat membangkitkan kembali pelaku ekonomi kreatif baik yang baru mulai usaha maupun yang lama. “ Ini adalah momentum untuk membangkitkan kembali, jika ada opsi lain seperti kuliner maka pelaku usaha perlu dibina dari awal”, pungkasnya. (Daryani/MR/99).

IKLAN

Arsip Berita