Home » , » MAULID AKBAR DAN ISTIGHOSAH MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW

MAULID AKBAR DAN ISTIGHOSAH MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW

Written By Media Rakyat on Tuesday, 3 January 2017 | 12:21:00



TEGAL – (Media Rakyat). Acara maulid akbar & istighotsah memperingati maulid Nabi Muhammad SAW dilaksanakan bertepatan dengan malam pergantian tahun dari tahun 2016 menuju ke tahun 2017, di Masjid Agung Kota Tegal, Sabtu (31/12) malam
Ribuan umat Islam memadati Masjid Agung Kota Tegal, terlihat beberapa masa umat islam dari berbagai ormas islam yang ada di Kota Tegal dan sekitarnya memadati Masjid Agung.
Hadir mendampingi Walikota Tegal, KMT. Hj. Siti Masitha Soeparno, Plt, Sekda Kota Tegal, Dyah Kemala Sintha dan Jajaran, Forkompinda, para ulama dan umaro.
Ada yang menarik dalam acara tersebut yaitu pembagian Souvernir berupa kaos yang dibagikan bagi para pemuda yang belum menikah, dengan pesan yang tertulis “ Pacaran No , Nikah Yes”
Dalam sambutannya Walikota Tegal, KMT. Hj. Siti Masitha Soeparno mengungkapkan agar senantiasa memanjatkan rasa syukur ke hadirat ALLAH SWT, yang telah memberikan begitu banyak kenikmatan kepada kita, terutama nikmat sehat dan nikmat iman. “ Semoga segala kenikmatan yang kita terima dapat dipergunakan semaksimal mungkin, agar dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada kita, fiddini wad-dunia wal akhiroh. amien allahumma amien.” Ungkap Walikota
“ Salam takzim dan shalawat semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. yang telah membawa risalah kebenaran kepada kita sekalian, sehingga terbangun peradaban manusia yang baik di muka bumi ini, dan kita menjadi tahu mana yang haq dan mana yang bathil.” Ucap Walikota.
“ Karena Maulid Nabi adalah nikmat yang agung bagi manusia, bahkan alam semesta. yakni ketika pada bulan Rabi’ul Awal 14 abad silam, terlahir seorang anak manusia yang kelak akan membawa pengaruh besar bagi peradaban dunia. seorang bayi dari bangsa Arab yang oleh kakeknya diberi nama Muhammad, terpuji di bumi, tersanjung di langit.” Walikota menceritakan.
Rasulullah Muhammad SAW dihadirkan untuk menyempurnakan akhlak manusia, tatkala umat manusia sebagai makhluk beradab tengah berada di titik terendah akhlak manusia. sungguh, kelahiran dan terutusnya beliau adalah rahmat bagi alam semesta. Allah berfirman di dalam Surat Al Anbiya 107 : “dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (QS. Al-Anbiya’ 107).” Ungkap Walikota
“ Karena kelahiran Nabi menjadi titik tolak perbaikan akhlak manusia, maka sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk memuliakan momentum ini sampai kapanpun. karena kita patut bersyukur kelahiran beliau. entah apa jadinya dunia ini tanpa kehadiran beliau.” Tambah Walikota
selain sebagai ekspresi rasa syukur atas kelahiran Rasulullah SAW, substansi dari peringatan Maulid Nabi adalah mengukuhkan komitmen loyalitas pada beliau. setidaknya, ini terwujud dengan tiga hal. pertama, meneguhkan kembali kecintaan kepada Rasulullah SAW, kedua, meneladani perilaku dan perbuatan mulia Rasulullah SAW dan komitmen yang ketiga adalah  melestarikan ajaran dan misi perjuangan Rasulullah, dan juga para Anbiya.
“ Rasul juga mewariskan misi perjuangan kepada generasi penerus beliau, yakni para ulama’ dari masa ke masa. mereka, para ulama’ adalah pewaris para Nabi. selain itu Ulama beserta santrilah yang menjadi benteng terakhir pelestarian ajaran Islam dan segala budaya luhur yang Islami, sehingga menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga marwah ulama di tengah lingkungan dan masyarakat kita, demi tegaknya agama islam di bumi nusantara, khususnya di kota tegal yang kita cintai ini.” Pungkas Walikota.
Sementara itu dalam tausiahnya Al habib Thohir bin Abdullah Al Kaff mengungkapkan bahwa peringatan Maulid Nabi tujuannya lebih cinta Kanjeng Nabi yang akhirnya mengikuti jejak Kanjeng Nabi, itu adalah perintah ALLAH SWT, karena kita semua adalah Umatnya Kanjeng Nabi sudah sepantasnya kita meniru amalan Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
“ Walupun kita tidak hidup di Jaman Rasulullah, tetapi kita mengimaninya, cinta Rasulullah, apa kata Rasulullah , “ saya rindu kepada suatu generasi yang tidak bersama masanya dengan Aku, dan beriman kepadaku.” Jadi kita patut bersyukur dan senang menjadi saudaranya Kanjeng Nabi, pegang terus amalan kanjeng Nabi, sehingga kelak kita di Akherat berkumpul bersama Kanjeng Nabi. Amin ya Robal Alamin.” Tambah Al Habib Tohir.
Acara ditutup dengan Sholawat dan Doa bersama. (Daryani/MR/99).

IKLAN

Arsip Berita