Home » » WARNINGSIH MALANG NIAN NASIBNYA

WARNINGSIH MALANG NIAN NASIBNYA

Written By Media Rakyat on Monday, 19 December 2016 | 13:04:00

TEGAL- (Media Rakyat) 18/12/2016 Belum lepas kesedihan yang di alami Warningsih kini di ta,bah lagi dengan ulah mantan suaminya yang seyogyanya mendapatkan hak hak dari massa perkawinanya dengan andi ternyata malah banyak mengalami kepahitan yang di deritanya pasalnya semenjak mereka berumah tangga pada tahun 2000 sampai dengan 2014 warningsih tidak pernah di berkan nafkah,untuk membiayai selama hidup dengan suaminya, dan pada suatu ketika pihak dari suami meminta perceraian maka warningsih pun menurut saja, karena dalam berumah tangga selama itu si suami bekerja di luar negri tetapi selama itu tidak pernah memberi hasil kerjanya padahal warningsih sendiri harus membiayai hidup bersama dua anaknya. Dan suatu ketika menyanyakan langsung kepada suaminya soal uang hasil kerjanya si suami menjawabnya uang yang dihasilkan nanti untuk membeli rumah supaya anak kita kelak bisa ber teduh di situ dan warningsih pun percaya dengan ucapanya, bahkan dia rela bekerja di pabrik obat nyamuk dengan gajih yang sangat minim  namun kenyataan yang di deritanya sangatlah pahit dan harus menelan kegetiran setelah bisa membeli rumah ternyata malah di cerai dengan  sangat menyedihkan
Pasalnya si pihak suami tidak mengurus sendiri namun menyuruh orang lain dan suruhan pihak suami mmengaku sebagai pengacara di pengadilan agama sebut saja Miftah, bersama palebe topik. Mendatangi rumah kediamanya yang berada di desa mejasem timur kecamatan kramat mereka mengaku di suruh topik untuk menceraikan warningsih, pada saat itu pula Warningsih pun kaget hingga tak terkira apa salah saya dan dosa saya namun saya pun tak bsa berbuat apa apa dan saya mengikutinya,namun anehnya setelah sampai di pengadilan agama saya tidak boleh masuk dengan alasan supaya prosesnya cepat selesai kami pun menurut saja tetapi di akhir perjalanan saya terkejut disitu tertuang dalam masa perceraian malah saya sebagai pihak pemohon padahal kami tidak pernah mengatakan apapun di pengadilan agama  dan anehnya lagi padahal yang meminta cerai kan suami saya,
Akhirnya dari pihak keluarga saya pun mulai mendengar tentang perceraian saya dan mereka tidak terima, dan langsung mendatangi keluarga suami saya yang berdomisili di desa bojong sana kecamatan Suradadi, dan menanyakan perihal kejanggalan tersebut.dan hasilnya pun sangat mengejutkan karena tidak seimbang apa yang di alami keluarga kami bahkan rumah yang di huni pun di jual tanpa sepengetahuan saya dan anak saya,dan kami di usir dari rumah tersebut, bahkan sampai sekarang pun tidak ada nafkah secuilpun untuk kedua anaknya dan pekarangan yang kami dapatkan dari jerih payah berdua pun kini mau di jual lagi bagai mana nanti nasib anak saya.karena itu adalah satu satunya harta untuk kemudian hari ujarnya ( Daryani MR/99 )

IKLAN

Arsip Berita