Home » » SUTIMAN SANGAT MEMPRIHATINKAN NASIBNYA SEBAGAI BURUH SWAKELOLA

SUTIMAN SANGAT MEMPRIHATINKAN NASIBNYA SEBAGAI BURUH SWAKELOLA

Written By Media Rakyat on Sunday, 11 December 2016 | 07:29:00

TEGAL-(Media Rakyat). 06/12/2016. Sutiman buruh bongkar muat sampah yang telah mengabdikan dirinya selama sembilan tahun lamanya bernasib memprihatinkan, pasalnya sampai saat ini belum ada kejelasan dari pihak Dinas terkait dengan nasibnya setelah mengalami kecelakaan pada jam kerja. Tepatnya pada tanggal 25 Oktober lalu di jatuh dari truck sampah di perigaan Jalan Jalak belakang Pasific Mall, sudah hampir satu setengah bulan terbaring di rumah dengan menahan rasa sakit yang dideritanya dan baru Selasa sore kemarin sekitar pkl. 17.00 WIB baru di bawa ke Rumah Sakit Kardinah oleh keluarganya degan menggunkan KIS (Kartu Indonesia Sehat) dari Pemerintah Pusat.
Anehnya setiap bulanya dia di pungut iuran sebesar Rp. 27.000,- per bulan guna membuat BPJS Ketenaga kerjaan oleh pihak swakelola yang dikelola oleh Dinas Kimtaru Kota Tegal, namun sampai saat ini belum ada realisasi uang jaminan kecelekaan kerja terhadap dia, bahkan sampai saat ini pihak instansi terkait tidak ada respon terhadap nasibnya. 
Salah satu keluarganya menuturkan, kami hanya diberi bantuan dari kanto cuma 800 ribu rupiah dan dari teman-teman BM (Bongkr Muat) sekitar 600 ribu saja selanjutnya sampai sekarang tidak ada lagi yang mempedulikan nasib bapak saya. Ungkapnya
Menurut Safrudin selaku ketua DPC DKR ( dewan kesehatan rakyat,) kota tegal pada saat kami jumpai di kardinah beliau mengatakan sangat disayangkan sekali padahal menurut undang undang kesehatan yang sudah di tetapkan pemerintah seharusnya semua tenaga hororer maupun karyawan buruh sedah mendapatkan kartu BPJS ketenaga kerjaanbdan itu kan sudah di terapkan pada tahun 2014 lalu kenapa sampai sekarang sikorban belum mempunyai kartu BPJS,dari pihak swakelola kan kasihan apalagi si korban lukanya sangat parah bahkan sudah membusuk sedemikian rupa,
Biar bagai manapun pihak dinas diskimtaru harus memberikan sangsi tegas kepada swakelola tersebut. Dan kesejahteraan pada semua karyawanya, kami siap mengawal sampai proses ini selesai karena kasihan biar bagai manapun itu hak para karyawan tersebut, bila perlu pihak swakelola harus membiayai sampai sikorban sembuh tandasnya. ( Daryani/MR/99 )

IKLAN

Arsip Berita