Home » » 14 TIM UNJUK KEBOLEHAN DALAM FESTIVAL OLAHRAGA TRADISIONAL TINGKAT JAWA TENGAH

14 TIM UNJUK KEBOLEHAN DALAM FESTIVAL OLAHRAGA TRADISIONAL TINGKAT JAWA TENGAH

Written By Media Rakyat on Friday, 18 November 2016 | 19:20:00



TEGAL –(Media Rakyat). Sebanyak 14 Tim dari berbagai Kota dan Kabupaten di Jawa Tengah ikuti Festival Olahraga Tradisional Tingkat Jawa Tengah Tahun 2016 yang dilaksanakan di Lapangan SUPM Kota Tegal. Kamis (17/11). Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kota Tegal ini sebagai upaya penggalian dan pelestarian olahraga tradisional melalui pertunjukan alternatif yang menarik kepada masyarakat.
Acara yang dibuka oleh Plt. Dinporabudpar Drs. R. Supriyanta ini menampilkan berbagai pemainan tradisional dari masing-masing daerah peserta selama 15 menit yang akan akan dinilai oleh dewan juri.  Bagi peserta berpenampilan terbaik 1,2,3 dan Harapan 1,2,3 oleh panitia akan dberikan penghargaan berupa uang pembinaan dan trophi. Dalam festival itu Kota Tegal sendiri menampilkan permainan tradisional rok gebug yang dimainkan oleh 11 orang pemain.
Walikota Tegal KMT Hj.Siti Masitha dalam sambutannya yang dibacakan Plt. Dinporabudpar Kota Tegal Drs. R. Supriyanta mengatakan festival olahraga tradisional ini adalah salah satu upaya untuk menjaga permainan anak - anak agar tidak punah. Menurutnya olahraga tradisional memuat nilai budaya yang ada di masyarakat dengan unsur utama permainan yang memuat kerjasama dan bersifat menghibur.
Keberaadaan permainan olah raga tradisional sekarang ini hampir punah, hal tersebut disebabkan oleh banyak faktor antara lain, kemajuan teknologi yang tumbuh pesat sehingga menggeser ragam permainan rakyat ini dengan permainan tren baru yang berupa permainan elektronik dan game. “Selain itu tumbuhnya olahraga modern yang didukung oleh event pertandingan yang rapi dan sistemik dari tingkat lokal, nasional bahkan internasional”, jelasnya.
Oleh karena itu sebagai kekayaan budaya bangsa, olahraga tradisional perlu dilestarikandengan diberi ruang yang seluas luasnya untuk berkembang. “Harapannya kegiatan ini dapat dikembangkan lagi sebagai even pariwisata, karena tradisi olahraga tradisional ini atraktif dan menarik minat masyarakat”,pungkas walikota.
Sementrara itu Plt. Dinporabudpar Kota Tegal Drs. R. Supriyanta dalam keterangannya mengatakan festival ini diadakan untuk menggali dan melestarikan potensi olaha raga tradisional di Jawa Tengah, karena menurutnya banyak olahraga tradisional yang hamper punah sehingga perlu digali dan dikembangkan menjadi olahraga yang diminati masyarakat. (Daryani/MR/99).

IKLAN

Arsip Berita