Home » » PEMBANGUNAN SESUAIKAN SKALA PRIORITAS

PEMBANGUNAN SESUAIKAN SKALA PRIORITAS

Written By Media Rakyat on Tuesday, 11 October 2016 | 10:23:00

TEGAL – (Media Rakyat). Pemerintah Kota Tegal dalam membangun suatu daerah dalam hal ini Kelurahan akan disesuaikan dengan skala prioritas dan seberapa besar kepentingannya untuk kesejahteraan warga. Hal ini terungkap dalam dialog antara Walikota Tegal KMT Hj. Siti Masitha Soeparno dengan warga kelurahan Kaligangsa pada saat Monitoring Wajah Kota dengan bersepeda di wilayah Kelurahan Kaligangsa, Jumat (7/10)
Walikota mengungkapkan bahwa pembangunan yang dilakukan sekarang dan kedepan tidak dari APBD Kota Tegal “Pasti tidak cukup , oleh karenanya harus ada inovasi , kepala daerah harus berfikir bagaimana caranya bisa membangun daerahnya , kotanya aman bersih nyaman dan cantik , hijau , makmur dan sejahtera , banyak harus ke pusat”
Dari data tersebut Kota Tegal telah menggunakan dana dari pusat sebanyak kurang lebih 100 miliar untuk membangun semua yang secara keseluruhan 200 Miliar untuk infrastruktur , harapannya semua pasti kebagian “Percayalah tidak ada yang dianak tirikan namun tentu saja bekerja harus dengan perencanaan , action plan dari 2016 , 2017, 2018 secara bertahap” , Ujar Walikota
“SKPD tidak ada yang mengumbar janji yang ada adalah realisasi” Tambah Walikota  
“Secara garis besar Insya Alloh semua bisa diselesaikan, saya jamin ibu bapak hanya masalahnya jadual kerja , Kaligangsa daerah perbatasan akan menjadi daerah pengembangan luar biasa yang bisa mendatangkan PAD dan mensejahterakan warga ddisekitarnya” tegas walikota.
“ Jalan gang sedikitpu tidak ada yang boeh berlobang rusak dan harus terang, ini bermaksud agar mengurangi tingkat kriminalitas , babinkamtbmas sudah dibekali motor untuk 27 kelurahan” ungkap Walikota.
“Apabila pembangunan belum sampai ke ibu bapak bukan berarti tidak dikerjakan dan masuk skala prioritas , tapi ada pekerjaaan yang dilakukan secara bertahap , minta saling mendukung karena pemerintah tidak bisa bekerja Sendirian.” Pinta Walikota
Dalam kesempatan dialog interaktif dengan warga yang di moderator dan di pandu oleh Camat Kecamatan Margadana, Siswoyo
Seperti yang disampaikan oleh Ketua LPMK Kelurahan Kaligangsa, Imam Rosadi mengungkapkan “ Untuk Jl. Mohamad Toha yang sudah dibuat saluran betonnya banyak yang rusak begitu juga saluran drainasenya tidak berfungsi normal dan menjadi sarang nyamuk, pagar diperbaiki untuk makam mbah Wakya , sebelah pasar Krandon ada sungai yang menuju ke utara dan bantarannya sudah di paving tapi banyak rusak karena sungai lebih tinggi dari paving” dan Ketua RW 6 Kelurahan Kaligangsa, Hadirin , arah ke Polder banyak yang rusak , Jl Bekasi Selatan, Masalah PDAM yang belum sampai ke selatan Rel Kereta padahal ada Gorong gorong sehingga bisa sampai ke Warga RW 6 ada 3 RT, usulan Makam Mbah Kasmu 25x25 M terlalu sempit dan becek , pengurugan dan tembok keliling
Dijawab oleh Kepala DPU Kota Tegal Sugiyanto, ST. MT ”Dimohon kerjasamanya dan peran serta lingkungan dalam merawat Fasilitas yang sudah ada sehingga tidak cepat rusak dan dapat dimanfaatkan secara bersama akan segera merealisasi  , jalan kota tegal 85 persen dalam kondisi baik dan untuk PDAM kita bikin jaringan distribusinya dahulu sebelum sampai kerumah warga , jadi mohon kesabarannya , semua sedang dilaksanakan dan dikerjakan “
Mengenai Makam yang diusulkan oleh waraga Kepala Tata Pemerintahan dan Plt Diskimtaru Ir Nunik Pratiwi menjelaskan “ karena tanah makam milik warga maka pemerintah dalam memberikan bantuan harus dalam bentuk hibah, buat aja proposal , nanti akan diverifikasi jika memang layak, persyaratannya terpenuhi dan dibutuhkan maka  tahun 2017 akan jadi proritas”
Sedangkan dari Gapoktan sumber ekonomi RT 8 RW 4Abdul Jalil  , saat panen jalan becek , masalah jalingkut terkena eksesnya tapi sampai sekarang dokumen tanah belum dikembalikan , petani mau minta kemana tentang kejelasannya dokumen tersebut,
Dari Kelompok Wanita Tani Kelurahan Kaligangsa, Reni Yuliana , butuh bantuan media tanam, kelompok ini diampu oleh bapermas kb dan penyuuh dari Dislatan, Komposter Untuk pembuatan Kompos sendiri hingga bisa mandiri , lahan pertanian yang lebih luas,
Dijelaskan oleh Kepala Dislatan Ir. Noor Fuady “ supaya ada mekanisme usulan anggaran di Musrenbangkel dan minta Lurah mengawal usulan , sehingga bisa terrealisir dan dianggarkan ,
Dan untuk system tanam dan lahan Fuady menjelaskan “ untuk lahan bisa dikembangkan dengan menanam sistim verti kultur yang bisa dikembangkan di masyarakat sekitarnya”
“Untuk kejelasan Dokumen tanah ditanyakan ke Tata Pemerintahan” Pungkas Walikota.
Acara diakhiri dengan penyerahan bantuan Sembako oleh Walikota kepada Warga Kelurahan Kaligangsa yang membutuhkan. (Daryani/MR/99)

IKLAN

Arsip Berita