Home » » DIALOG INTERAKTIF WALIKOTA MENYAPA

DIALOG INTERAKTIF WALIKOTA MENYAPA

Written By Media Rakyat on Friday, 28 October 2016 | 01:13:00

TEGAL- (Media Rakyat). Mengambil Tema Hari Batik dan Hari Sumpah Pemuda Walikota Tegal KMT Hj. Siti Masitha Soeparno hadir untuk berdialog dengan masyarakat Kota Tegal dalam kegiatan “Dialog Interaktif Walikota Menyapa” yang diadakan di Radio Sebayu, Rabu (26/10).
Dalam dialog tersebut Walikota mengatakan batik telah di akui oleh UNESCO sebagai Hasil Budaya Indonesia yang ditetapkan pada tanggal 30 September 2009. Adapun kaitannya dengan sumpah pemuda dikatakan walikota, batik merupakan kebanggaan, cerminan, serta identitas bangsa. Generasi Muda Indonesia harus bangga Indonesia memiliki batik sebagai indentitas bangsa.
Walikota juga untuk mendukung kelestarian Batik terutama Batik Tegalan yang mempunyai ciri khas tersediri dengan mengangkat kreatifitas para pengrajin Batik Tegalan melalui pembangunan Kampung Batik. Selain itu Pemerintah Kota juga selalu mengikutkan Batik Tegalan dalam setiap ini event pameran dan expo, baik di tingkat daerah maupaun di tingkat Nasional.
Sementara itu menanggapi pertanyaan salah satu warga Randugunting Irwan terkait sejauh mana langkah yang akan diambil pemerintah Kota Tegal dalam mengembangkan Batik Tegal. Walikota mengatakan Pemerintah Kota Tegal akan membekali para pengrajin pemula yang ada di Kecamatan Tegal Selatan melalui berbagai pelatihan antara lain pelatihan pewarnaan manajemen pemasaran maupun kemasan. “Selain itu pembangunan kampung batik yang saat ini pembangunanya sudah sampai pada pembuatan ruang produksi, kantor, mck, instalasi pembuangan limbah”.terang walikota
Dilingkungan Pemerintahan, Walikota juga telah mewajibkan ASN Kota Tegal untuk mengenakan Batik Tegalan setiap hari kamis pada setiap minggunya. Upaya lainnya adalah mengikuti kegiatan pameran produk nasional unggulan di berbagai kota di Indonesia seperti di Semarang, Malang, Jambi, Batam, Ambon, Jakarta serta Aceh. Bahkan dikatakan Walikota diawal Desember Kota Tegal akan mengikuti pameran produk unggulan nusantara yang akan selenggarakan di provinsi Nusa Tenggara Timur.
Plt. Kepala Dinas Perindustrian Perdaganagn Koperasi dan UKM Kota Tegal, Drs Suripto menambahkan langkah lain yang dilakukan untuk pengembangan Batik Tegalan adalah melakukan pemasaran via on line di alamat “batiktegalan.tegalkota.go.id”. “Sehingga masyarakat diluar Kota Tegal jika ingin memiliki tidak perlu repot ke Tegal namun bisa memesan lewat On Line”.
Selain itu kedepan akan dilakukan pembekalan kepada para pengrajin melalui kegiatan studi banding, ke kampung batik yang sudah lebih maju, seperti kampung batik laweyan, dan kampung batik di Yogyakarta. Harapanya dari langkah-langkah yang telah dilakukan  masyarakat Indonesia tidak hanya mengenal Batik Tegal namun juga dapat memiliki dan menggunakannya. 
Sementara itu Lurah Bandung Pita Romaliah, S.IP mengatakan di Kelurahan Bandung terdapat sekitar 50 pengrajin namun yang masih aktif hanya 32 pengrajin. Ciri khas Batik Tegalan dikatakan yaitu pengrajin batik ini mempunyai corak warna yang berani, dengan pilihan model klasik modern dan klasik. “Adapun motif yang ditampilkan diantaranya meras mawur, cempaka putih, ugel cantel, gribigan, dapur ngebul, dan manuk tingkring”. ucapnya.
“Harga yang ditawarkan untuk klasik modern, 150-200 ribu dan model klasik sampe 500 ribu. Selain di kelurahan Bandung, Kelurahan Kalinyamat Wetan juga memiliki pengrajin Batik Tegalan yang produksinya dilakukan secara berkelompok.
Menjawab pertanyaan M. Riski Siswa SMKN 1 Tegal, Fahriz Siswa SMA N 5, serta Yosi Siswa SMA N 5 terkait makna hari batik, serta Ekstra Kuri Kuler membatik disampaikan Kepala Dinas pendidikan Drs. Johardi, MM Ekstra Kurikuler Batik selama ini sudah ada di beberapa sekolah di Kota Tegal seperti di SD akalinyamat Wetan 1, SDN Bandung 1 dan 2 SDN Randugunting 1, SMP 13, SMP N19, SMPN1.
Sementara itu salah satu warga lainnya Aris yang menanyakan langkah pencegahan terhadap tawuran antar pelajar di Kota Tegal.  Walikota mengatakan hal ini terjadi akibat minimnya ruang berekspresi bagi para generasi muda. Oleh karena itu walikota akan memberikan ruang bereskpresi, serta menghimbau agar kegiatan ekstra kurikuler disekolah agar dipadatkan sehingga tidak ada waktu luang untuk kegiatan yang bersifat merusak.
Disampaikan walikota fasilitas gedung (Pusat Promosi Informasi Bisnis) yang dimiliki Kota Tegal akan dijadikan pusat seni dan ekpresi bagi para generasi muda di Kota Tegal.  Selain itu Pemerintah Kota Tegal juga akan memperbanyak ruang terbuka hijau yang difasilitasi Wi FI yang dapat digunaka untuk aktifitas anak-anak muda untuk menyalurkan ide-ide kreatifnya serta berkreasi. “akan desediakan juga fasilitas  grafity bagi anak muda yang menyukai seni grafity”.Terangnya
Bagi yang menyukai musik band Pemerintah Kota Tegal juga akan menyediakan seperangkat alat musik band ditiap kecamatan pada tahun 2017 agar anak-anak muda yang ingin bermain musik band tidak perlu lagi tidak perlu lagi menyewa studio musik. “Dengan diberikannya ruang dan fasilitas untuk berekspresi harapannya anak-anak muda di Kota tegal tidak terjerumus narkoba, tawuran, perkelahian”.Imbuh walikota
Sementara itu Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kota Tegal Drs. Suripto menghimbau kepada Pemuda di Kota Tegal untuk menjauhi tawuran, nakoba, dan perkelahian, hormarti orang tua dan guru. “Tunjukan rasa cinta kepada Kota Tegal, bawa nama baik Kota Tegal bagi pemuda yang sedang menempuh pendidikan diluar kota, jangan sampai tercoreng dengan mengikuti organisasi terlarang”.ucapnya.  
Untuk itu pihaknya telah menyelenggarakan beberapa kegiatan pendidikan bela negara dan wawasan kebangsaan yang dilaksanakan rutin setiap tahun, dan penyuluhan bahaya narkoba kepada para pelajar. Harapannya dari kegiatan tersebut muncul kader untuk menyebarluaskan bahaya narkoba dan tawuran. (Daryani/MR/99)

IKLAN

Arsip Berita