Home » » BERGURU PADA PERSATUAN WREDATAMA REPUBLIK INDONESIA

BERGURU PADA PERSATUAN WREDATAMA REPUBLIK INDONESIA

Written By Media Rakyat on Tuesday, 11 October 2016 | 10:26:00



Tegal – (Media Rakyat). Dalam rangka menyaring dan menimba ilmu serta mendengar aspirasi dari seluruh warga Kota Tegal tidak terkecuali dengan PWRI, Walikota Tegal KMT. Hj. Siti Masitha Soeparno didampingi oleh Kepala Kesbangpolinmas Kota Tegal, Drs Suripto berkunjung dan bersilaturahmi dengan PWRI Kota Tegal dan Jajarannya 
“ Kehadiran saya adalah melepas rasa rindu dan juga sebagai ajang silaturahmi kepada pengurus dan anggota pwri yang dulu pernah berkunjung ke Balaikota untuk menemui walikota.” Ungkap Walikota
“ Bapak Ibu sekalian adalah mentor saya orang tua saya , guru, pembimbing saya sehingga semua yang disampaikan dan doa yang dipanjatkan insya Alloh di kabulkan untuk kita semua.” Tambah Walikota
Tentu saja semua pencapaian pembangunan di Kota Tegal hari ini berkat dukungan dari ibu bapak sekalian , pemerintah tidak dapat bekerja dan berjalan sendiri tanpa dukungan dari seluruh warga dan khusunya ibu bapak yang tergabung dalam PWRI “Jadi intinya anak tidak boleh kualat sama orang tua” Ucap Walikota
“ Mohon ibu bapak dengan saya ada kedekatan agar kita selalu sharing memberikan masukan yang saya butuhkan untuk semata bagaimana kita bisa membangun kota tegal kedepan ini lebih baik lagi itu yang paling utama.” Pinta Walikota.
Mohon doa terkait dengan program program karena masih banyak sekali yang harus dikerjakan , di implementasikan , prinsipnya kepada SKPD lakukan program inovasi yang langsung menyentuh kepada masyarakat dengan tetap mengutamakan aturan dan undang undang yang berlaku sehingga dalam menjaankan program pemerintahan ini semuanya selamat dan kedepan aka nada program yang langsung ke masyarakat sehingga masyarakat akan bisa merasakan manfaat dari pada program tersebut paling utama adalah menuju kota tegal Kota Layak anak , dengan mendorong seluruh SKPD terkait tentunya , yang pertama adalah sarana prasarana , 1 kelurahan diwacanakan akan punya RTH sehingga anak itu akan kembali kea lam , tidak menjadi anak anak yang konsumtif , tidak terlalu focus kepada gadgaet dan informasi dunia maya yang tidak difilter.
Terkait dengan pertanyaan dan usulan dari Ketua PWRI cabang Kota Tegal, Sutikno tentang keinginan punya gedung sendiri yang bukan tanah miik KAI harapannya miilik Pemkot.
Walikota menjelaskan akan menelaah dan berkoordinasi dengan SKPD terkait sampai sejauh mana kebutuhan akan gedung tersebut.
Sedang usulan dari salah satu anggota PWRI Bagaimana menjadikan pasar pagi ikon , dan malam hari gelap , padahal jika terang akan menjadi kebangaan , karena ada bangunan bersejarah,
Walikota menjelaskan “Kita punya 14 pasar kita ingin menjadikan pasar di Kota Tegal menjadi pasar tradisional modern , tetap pasar ini untuk warga bertransaaksi dengan suasana konvensioal tetapi ditata dengan baik sehingga anak anak kita juga memahami sebelum ke Mall dan lain sebagainya , masih ada pasar.”
“Kita ambil program dari kementrian dan sudah ada 2 proposal, khusus untuk Pasar Pagi untuk pembenahan blok B dan blok C dan pasar sumur panggang , terkait dengan yang bapak sampikan penerangan akan segera ditindak lanjuti untuk menjadi ikon , untuk masalah hukum pasar pagi yang selama puluhan tahun seudah selesai dan sudah menjadi asset milik Pemkot Tegal.” Imbuh Walikota
Pembangunan trotoar,biasanya  untuk parkir sepeda motor sehingga orang yang lalu lalang didpan trotoar itu kesulitan , mohon ditata degan baik, PWRI ingin membangun kursus tetapi terhambat sarana prasarana ,
Ukuran trotoar yang ada di Kota Tegal sudah 3m yang sudah sesuai dengn ukuran trotoar tingkat kota, dan ada jalur untuk difabel .
Dalam bekerja Walikota Tegal dan jajaran selalu bekerja dengan system “ Jadi kita bekerja dengan system apapun orang masuk di dalam system harus mematuhi”
Akan ada penertiban bahkan alun alun pun akan ada penertiban , aturannya akan kita pasang apa saja yang dilarang , mau tidak mau kita harus melakukan itu kalau tidak untuk menyadarkan masyarkat ini bagaimana menjaga lingkungan perlu dengan aturan , ada aturan tentang penggunaan alun alun , pemeliharaan dan kita ada Shift pengawasan sehingga seseuai dengan fungsinya , dan untuk trotoar kita sudah buat aturan yang terkait bahkan sampai ke kali dan sungai dan harus ada sangsinya”
 “Kita terapkan aturan itu agar ada kesadaran Warga” ungkap Walikota (Daryani/MR/99)

IKLAN

Arsip Berita