Home » » TEGAL DAN BANDUNG KERJASAMA PENGEMBANGAN SMART CITY

TEGAL DAN BANDUNG KERJASAMA PENGEMBANGAN SMART CITY

Written By Media Rakyat on Saturday, 3 September 2016 | 12:04:00

BANDUNG- (Media Rakyat). Walikota Tegal KMT Hj. Siti Masitha Soeparnoi bersama Walikota Bandung H Ridwan Kamil menandatangani MoU (Memo of Understanding) pengembangan konsep Smart City.
Penandatanganan MoU antara Pemkot Tegal dengan Pemkot Bandung dilaksanakaan saat acara Indonesia Smart City Forum 2016 yang berlangsung di Trans Luxury Hotel Bandung. Jumat (2/9). Kegiatan Indonesia Smart City Forum 2016 merupakan ajang untuk berbagi dan mengembangkan aplikasi dan teknologi informasi sebagai penunjang Smart City antara Kota Bandung dan Kota/Kabupaten lainnya di Indonesia.  
Menurut Walikota Tegal penandatanganan ini adalah langkah awal Pemerintah Kota Tegal menuju Smart City dengan dukungan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) sehingga tidak lama lagi Kota Tegal akan terintegrasi dengan Kota dan Kabupaten lainnya di Indonesia.
Pengembangan smart city di Kota Tegal diharapkan juga dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada maayarakat. Apalagi saat ini perkembangan teknologi semakin memperlihatkan kemajuannya. Hal tersebut tentu sesuai dengan misi Pemkot  Tegal yakni mewujudkan masyarakat Kota Tegal yang sejahtera dan bermartabat berbasis pelayanan prima.
Walikota Bandung Ridwal Kamil dalam sambutannya mengatakan teknologi bisa membawa Indonesia menjadi negara hebat dengan kolaborasi antar pemerintah daerah dan mengurangi kompetisi. Adapun tujuan acara ini adalah bersama memperlihatkan kemajuan teknologi di daerah yang sudah melakukan konsep Smart City untuk meningkatkan kualitas layanan ke masayarakat, reoformasi birokrasi dan penghematan anggaran yang bersifat teknologis.
Adanya konsep Smart City di Kota Bandung merupakan sebuah kebutuhan bukan untuk gaya-gayaan. Dengan konsep ini pemerintah sekarang ini dapat mengetahui seberapa banyak masyarakat yang tidak puas dengan pelayanan pemerintah.  Tidak hanya Kepala Daearah saja yang dapat mengevaluasi pejabat, tapi adanya konsep Smart City masayarakat pun dapat mengevaluasi kinerja pejabat," jelas Ridwan Kamil.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur mengatakan acara ini diselenggarakan dalam rangka mewujudkan Kota Cerdas atau Smart City dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi.
Sesuai dengan Peraturan Presiden No. 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi, Pemerintahan yang berkelas dunia diharapkan tercapai di tahun 2025. Salah satu penopang utamanya adalah implementasi e-government melalui pembentukan Smart City. 
Konsep ini dianggap sebagai solusi dalam mengatasi kemacetan kota, sampah yang berserakan, ataupun pemantau kondisi lingkungan di suatu tempat, selain itu itu juga smart city juga untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan," pungkas Asman.
Acara ini dihadiri 18 Walikota, 10 Wakil Walikota, 6 Bupati, serta 244 orang perwakilan dari Kota dan Kabupaten Seluruh Indonesia. Selain itu hadir pula Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Airin Rachmi Diany serta Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat DR. H. Iwa Kariwa. (daryani/MR/99)

IKLAN

Arsip Berita