Home » » 21 SISWA SISWI TERJARING RAZIA SAAT BOLOS SEKOLAH DI BERBAGAI TEMPAT

21 SISWA SISWI TERJARING RAZIA SAAT BOLOS SEKOLAH DI BERBAGAI TEMPAT

Written By Media Rakyat on Thursday, 1 September 2016 | 09:53:00

Razia Pelajar di game onine
TEGAL - (Media Rakyat). Sebanyak 21 pelajar yang diduga membolos saat jam sekolah dirazia oleh tim gabungan yang terdiri dari Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kota Tegal, Dinas Penidikan, Satpol PP dan Polresta Tegal. 
Para pelajar yang terdiri dari 16 orang laki-laki dan 5 orang perempuan sedang asyik bermain di game online dan di Pantai Muarareja, Selasa (30/8). Razia tersebut bertujuan untuk melaksanakan program peningkatan pemberantasan penyakit masyarakat bagi pelajar dan pembinaan pelajar Kota Tegal. 
Kasi Perlindungan Masyarakat Kantor Kesbangpolinmas Kota Tegal Suligi, SIP mengatakan pembinaan dan pengarahan dilakukan kepada para pelajar agar disaat jam sekolah hendaknya tidak berada diluar lingkungan sekolah. “Jika ternyata harus keluar saat jam pelajaran, harus bisa menunjukan bukti dari sekolah bahwa siswa sedang mendapat tugas,” ungkapnya.
Dalam razia yang di gelar oleh tim gabungan, didapatkan pelajar yang tengah asik bolos main game online di sekita Jl. Asemtiga dan di Pantai Muarareja. Razia tidak membedakan berasal dari mana pelajar bersekolah. Ada yang kena razia dari luar Kota Tegal, selama dia berada diluar saat jam pelajaran maka kita akan jaring,” ungkap Suligi. 
Pelajar yang terjaring dalam razia
Tim yang berjumlah 17 orang dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama mengambil rute daerah yang patut diduga pelajar sering bolos. Yaitu Pantai Alam Indah (PAI), Hutan Cemara Bumi Perkemahan, Alun-alun, Stasiun, Gor Wisanggeni dan Pasifik Mal. Sedangkan tim kedua menyasar ke daerah Pantai Muarareja, sekitar SMA 2 Tegalsari, Warnet Jl. Kapten Ismail, Warnet Jl. Merpati, Rita Mall dan SMP Muhamadiyah 2 Margadana Oleh Kantor Kesbangpolinmas Kota Tegal, para pelajar yang berhasil dijaring kemudian didata dan diidentifikasi satu persatu dari sekolah serta daerah mana mereka berasal.
“Kita data satu persatu, mengisi surat pernyataan, jangan sampai mengulang perbuatan lagi, ini untuk membuat efek jera,” ungkap Suligi.Kesbangpolinmas kemudian akan menyerahkan sepenuhnya siswa yang terjaring razia kepada guru dan sekolah masing masing. “Kita hanya sebatas pembinaan, pengarahan dan pendataan mengenai hukuman bagi siswa yang membolos dan terkena razia akan diserahkan kepada sekolah masing-masing bentuk dan jenis hukumannya,” pungkas.(Daryani/MR/99)

IKLAN

Arsip Berita