Home » » DIANGGAP MENGGANGGU KE INDAHAN KOTA PGOT DIRAZIA

DIANGGAP MENGGANGGU KE INDAHAN KOTA PGOT DIRAZIA

Written By Media Rakyat on Thursday, 1 September 2016 | 09:53:00

PGOT berontak saat dinaikan truck
TEGAL- (Media Rakyat). Sebanyak 19 orang yang terdiri dari pengemis, anak punk, dan pengamen jalanan terjaring razia rutin oleh tim gabungan yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Kota Tegal bekerjasama dengan Satpol PP Kota Tegal dan Kepolisian Resor Tegal Kota, Selasa (30/8) Berbeda dengan razia sebelumnya, razia kali ini menyasar Para Pengemis, anak punk, dan pengamen yang biasa beroperasi di perempatan jalan-jalan protokol dan pusat-pusat keramaian di Kota Tegal. Seperti Terminal Bus, Stasiun Kereta Api dan Pasar Pagi Kota Tegal.  Kabid Rehabilitasi dan Bantuan Sosial Dinsosnakertrans Kota Tegal Drs. Imam Teguh Sutopo, MM mengatakan tujuan operasi kali ini mewujudkan kenyamanan pengguna jalan yang melintas di Kota Tegal. Selain itu pengemis, pengamen topeng monyet dan pengamen calung oleh masyarakat dianggap mengganggu lalu lintas dan merusak citra Kota Tegal yang sedang berjuang untuk mendapat Piala Adipura.
Kaitannya dengan penangkapan para pemusik calung, Imam menyebut razia tersebut bukan untuk mematikan kreatifitas para pemusik calung, cara dan tempat mereka mengekspresikan kreatifitas tersebut tidak tepat.  Mereka yang terjaring akan didata alamat dan dicek kesehatannya kemudian dilakukan pembinaan serta mengisi surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan lagi. “Jika mereka tertangkap lagi, Dinsosnakertrans akan mengirim mereka ke Panti Rehabilitasi di Comal, Kab Pemalang,” jelas Imam. Rute razia gabungan kali kali ini dimulai dari Terminal Bus Kota Tegal menyisir ke Jl. Kol. Soegiono, Jl. Gajahmada, Jl. Yos Sudarso, Jl. Perintis Kemerdekaan, Alun-alun Kota Tegal, Jl. Pancasila, Jl Kol. Sugiarto, Jl. Veteran, Jl. Akhmad Yani, Jl. Diponogero Jl. Jend. Sudirman dan berakhir di Kantor Dinsosnakertrans. ( Daryani/MR/99)

IKLAN

Arsip Berita