Home » » UMAT NU DAN MUHAMADIYAH PRIHATIN ADANYA DINSITREGRITASI

UMAT NU DAN MUHAMADIYAH PRIHATIN ADANYA DINSITREGRITASI

Written By Media Rakyat on Friday, 5 August 2016 | 16:26:00

Walikota Tegal berikan sambutan Halal Bi Halal
TEGAL - (Media Rakyat). Prihatin dengan meningkatnya perpecahan antar umat beragama , Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kota Tegal dan Pengurus Daerah Muhammadiyah Kota Tegal mengadakan halal bi halal dan silahturahim di Gedung Adipura, Kompleks Balaikota Tegal, Senin (3/8). Acara dihadiri Walikota Tegal KMT Hj. Siti Masitha Soeparno, Habib Thohir bin Abdullah, K.H M. Ibrohim, KH. Hisyam Adnan, KH Nurcholis Plt. Sekda Dyah Kemala Shinta, Asisten pemerintahan Drs. Imam Badarudin, SH, MH beserta jajaran Pemerintah Kota Tegal dan Pengurus NU dan Muhammadiyah.
Ketua Panitia Dr. H. Abdal Hakim Tohari, Sp. RM.MMR dalam sambutanya mengatakan pelaksanaan halal bi halal ini didasari atas kondisi kerukunan umat beragama yang memprihatinkan pada sepuluh tahun terakhir. Menurutnya ancaman perpecahan umat beragama disebabkan masalah seperti perbedaan pendapat yang dibesar-besarkan dan rendahnya toleransi antar umat beragama. Sebagai generasi pewaris NU dan Muhamadiyah kita diharapkan meniru keteladanan yang ditunjukan pendiri NU K.H. Hasyim Ashari dan Pendiri Muhamadiyah K.H Achmad Dahlan, yang mengunakan strategi yang berbeda dalam mengembangkan syariat Islam di Indonesia, namun tidak pernah mempersoalkan perbedaan, ungkapnya. Menurut H. Nadirin Maskha Ketua Pengurus Daerah Muhamadiyah Kota Tegal mengatakan sangat bangga sekali dengan kegiatan ini. “Banyak SMS yang masuk ke saya bilang jangan hanya sebatas halal bi halal tetapi bisa lanjut ke pangajian bersama,”  Disebutkannya, perbedaan antara NU dan Muhammadiyah tidak perlu dipersoalkan tetapi justru kita satukan bersama-sama.“Jika shof kita kuat kita akan menjadi orang yang kuat, tidak akan bisa ditembus apapun” katanya.
Walikota Tegal KMT Hj. Siti Masitha Soeparno dalam sambutannya mengatakan adanya momen silahturahim ini dapat mempererat Ukhuwah Islamiyah antar umat Islam di Kota Tegal sehingga kekuatan sosial masyarakat yang berlandaskan agama semakin kokoh. Walikota juga mengapresiasi kegiatan ini mengingat NU dan Muhammadiyah merupakan organisasi terbesar dengan jumlah massa terbanyak di Indonesia termasuk di Kota Tegal. Halal bi halal ini membuat tegaknya kesatuan umat Islam, apalagi sekarang ini sering beredar isu yang berpotensi memecah kerukunan. Diharapkannya, peran NU dan Muhamadiyah dapat mengatasi persoalan-persoalan tersebut. Saya bersyukur sejauh ini Kota Tegal aman dan kondusif dari kelompok-kelompok berbahaya ,ini tidak bisa lepas dari peran tokoh agama yang menjadi benteng bagi keutuhan umat,” ungkap Walikota.
Persoalan pembakaran Wihara di Tanjung balai,sangat disayangankan karena melukai kedamaian Perilaku SARA ini bukti toleransi yang semakin tipis yang bisa menyebabka gesekan umat beragama. Karena itu Walikota mengajak tokoh masyaraat, tokoh agama,dan pimpinan organisasi keagamaan baik Islam dan non Islam untuk menjaga kerukunan umat beragama Kota Tegal. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tegal juga telah melakukan langkah antisipasi sebagai upaya mitigasi dampak kerusuhan di Tanjung Balai. Diakhir sambutannya Walikota Tegal mengajak seluruh peserta untuk menjaga iklim kondusif dengan merajut silahturahim dan rasa persaudaraan baik muslim dan non musslim.
Habib Tohir bin Abdullah Al Kaff dalam ceramah nya mengatakan gembira dengan bersatunya umat Nabi Muhammad dan menganggap hari tersebut sebagai hari raya sebenarnya. “Hari ini (Rabu, red) adalah hari raya yang sebenarnya, karena begitu menggembirakan ketika melihat umat Nabi Muhammad bersatu, momentum ini merupakan tanda persatuan umat Islam akan kembali sebagaimana yang diperintahkan Nabi Muhammad,” ucap Habib Tohir juga mengingatkan jangan sampai masalah kecil membuat perpecahan, diawali dengan halal bi halal ini diharapkan kedepan akan ada rumah sakit atau sekolah yang dikelola bersama NU dan Muhamdiyah, pungkasnya.
Sebagai bentuk permohonan maaf kedua organisasi yang diwakili Ketua DPC NU dan Ketua DPD Muhamadiyah melakukan adegan saling menyuapkan Sagon sebagai simbol permohonan maaf dan kerukunan dilanjutkan penukaran lambang NU dan Muhamadiyah. Dalam kesempatan itu, Budayawan Tegal Atmo Tan Sidik menguraikan filosofi sagon, makanan khas Tegal yang wajib hadir saat Lebaran di masa lalu. Atma meminta Ketua Muhammadiyah dan Ketua PBNU Kota Tegal untuk saling suap-suapan sagon dihadapan hadirin peserta halal bi halal. “Filosofinya kalau makan sagon itu dengan main-main makan anda tersedak. Artinya harus ada keseriusan dalam mengurai masalah dan kesalahan,” ungkap Kepala BNN Kabupaten Brebes. (Daryani/MR/99)

IKLAN

Arsip Berita