Home » » SATPOL PP KOTA TEGAL MENERTIBKAN PARA PENGHUNI KOST-KOSAN

SATPOL PP KOTA TEGAL MENERTIBKAN PARA PENGHUNI KOST-KOSAN

Written By Media Rakyat on Wednesday, 10 August 2016 | 11:07:00

Salah satu penghuni kos dimintai keterangan
TEGAL-(Media Rakyat). Pagi sekitar jam delapan pagi pasukan Satpol PP menertibkan kos-kosan di wilayah kota Tegal, yang di pimpin langsung oleh kepala Satpol PP Hartoto SIP, melalui kasi perda Suhardi, SIP, berhasil mengamankan para penghuni kos-kosan yang sedang bersama pasangan lain jenisnya didalam kamar dan berstatus bukan suami istri, karena saat di tanya tentang surat nikahnya atau identitas diri, mereka tidak bisa meberikan keterangan yang pasti. Mereka dibawa ke kantor untuk penertiban, dan di data untuk tindakan lebih lanjut.
Banyaknya pengaduan dari masyarakat sekitar yang mengeluhkan adanya kos-kosan terselubung di Kota Tegal yang semakin marak, maka perlu ada tindakan agar tidak merebak apa lagi mereka yang tertangkap didalam kamar pada saat penertiban bukan merupakan pasangan suami istri, rata-rata mereka bekerja sebagai wanita pemandu lagu (PL) tempat hiburan malam, dengan adanya penertiban ini agar di Kota Tegal tidak menjadi sarang PL.
Dalam penertiban terjaring 16 orang terdiri dari 6 orang laki-laki dan 10 orang perempuan, mereka tertangkap didalam kamar  berpasang-pasangan. dari 16 orang yang tertangkap 9 orang yang memiliki identitas (KTP) dan yang lain tidak memiliki identitas, Tempat kos yang penghuninya terjaring diantaranya Kos-kosan VALENTIN dan Kost KJA di Jl. KS. Tubun dan Kos KITA SAE yang terletah di Kelurahan Pekauman.
Lintang (red) nama samaran, pada saat di grebeg saya memang tidur bareng sama teman laki-laki satu kamar sekitar satu minggu, karena kami satu profesi jadi pemandu lagu di salah satu diskotik di kota tegal, dan kami cuma sebatas teman kerja tidak lebih dari itu, tuturnya.
Rata-rata mereka yang terjaring mengukui bekerja sebagai PL karena terpaksa, hanya bisa kerja sebagai pemandu lagu. "Pak soalnya kami memang bisa kerjanya memang begitu bagaimana lagi, karena untuk menopang kebutuhan hidup saya dan adik dirumah, kami bekerja menjadi pemandu lagu baru sekitar tiga bulanan ko, tapi dan biasanya saya langsung pulang kerumah, tapi tadi malam karena merasa capek jadi saya pulangnya ke kos-kosan dan kebetulan adik saya juga lagi nginap di kos saya makanya saya nda pulang kerumah", Jelasnya. Saya kaget pagi jam delapan ko pintu kos di ketok-ketok, pas saya buka ternyata ada Satpol PP bersama yang punya kos-kosan dan langsung menggeledah ruangan yang saya huni, kebetulan teman lelaki saya menginap dikosan saya, ditanyai soal KTP sama surat nikah saya bingung mau njawab gimana yang akhirnya saya dibawa kekantor Satpol PP dan sesampainya disana sudah banyak yang ditertibkan dari kos-kosan lain, mereka yang terjaring berasal dari Brebes, Tegal Kabupaten, Tasikmalaya dan ada juga yang berasal dari Bogor, Ujarnya. (Daryani/MR/99).  

IKLAN

 

Arsip Berita