Home » » PERPUSTAKAAN DAN GEMAR MEMBACA DALAM MEMBANGUN KARAKTER BANGSA

PERPUSTAKAAN DAN GEMAR MEMBACA DALAM MEMBANGUN KARAKTER BANGSA

Written By Media Rakyat on Wednesday, 10 August 2016 | 12:51:00


TEGAL-(Media Rakyat), pada hari selasa 9 agustus 2016  bertempat di Gedung Adipura Komplek Pemerintah Kota Tegal, telah berlangsung acara yang dikemas dalam sebuah talkshow yaitu Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca. Kegiatan ini merupakan bagian dari program revolusi mental yang dicanangkan oleh pemerintah, perpustakaan menempati posisi yang strategis melalui penyelenggaraan pelayanan dan budaya baca sangat erat hubungannya dengan revolusi mental. Acara ini resmi dibuka secara langsung oleh Walikota Tegal, KMT, HJ Siti Masitha Soeparno. Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 09.00-12.30 WIB, diikuti sebanyak 200 peserta yang terdiri dari; masyarakat umum, guru/kepala sekolah, pemerhati perpustakaan dan budaya baca, pengelola berbagai jenis perpustakaan, mahasiswa, siswa SMA, SMK Negeri/Swasta, PKK, karang taruna, perwakilan media cetak dan elektronik, perwakilan DPRD Kota Tegal. Dalam sambutannya Walikota mengajak seluruh masyarakat untuk lebih mencintai membaca. Saya ingin menyemangati semua hadirin, untuk lebih cinta membaca. Sebab tidak ada satupun daerah yang maju sepanjang sejarah, dan tidak ada peradaban yang terhebat sekalipun kecuali karena masyarakatnya gemar membaca ajaknya Walikot juga menegaskan Kalau kita ingin Kota Tegal maju dengan segala kualitasnya, maka kuncinya adalah dengan membaca”. Untuk mewujudkan dan menggerakkan kegemaran membaca, maka unsur penggeraknya pun harus terpenuhi dan bekerja sebaik-baiknya. Unsur tersebut meliputi seluruh masyarakat, para stakeholder dan pemangku amanah. Safari gerakan nasional gemar membaca di kota tegal mengangkat tema membangun karakter bangsa melalui gemar membaca, dengan memberdayakan perpustakaan. Kegiatan positif semacam ini diharapkan dapat dipertahankan terus setiap tahunnya. Bila perlu ada duta baca di setiap tingkatannya, mulai dari anak-anak hingga mahasiswa. Guru, tokoh masyarakat dan putra-putri daerah yang berprestasi, misalnya atlet olahraga, dan para seniman juga bisa diajak sebagai penyambung lidah untuk mengkampanyekan gerakan gemar membaca.
Sesungguhnya banyak sekali ruang, pranata sosial dan kearifan budaya yang bisa dimanfaatkan untuk menyukseskan gerakan membaca. Misalnya, melalui pemanfatan tempat ibadah dan balai budaya yang dapat diisi dengan bahan bacaan yang berkualitas, dengan bahasa pengantar bahasa indonesia maupun bahasa daerah. Kalau kita ingin dikenal oleh bangsa lain, maka kita dulu yang harus mengenal daerah kita. Manfaatkan tulisan hasil karya putra-putri daerah kota tegal yang dapat menjadi sarana belajar dan mengenal daerah. Kita perlu prihatin karena secara umum minat baca penduduk indonesia masih kurang, jika dibandingkan dengan di negara lain. Dari survey yang dilakukan pada 65 negara, terungkap, indonesia berada pada peringkat ke-63. Kenyataan ini tentu menunjukkan masih rendahnya minat baca masyarakat. Namun demikian, melalui upaya pengembangan perpustakaan sebagai sarana belajar, diharapkan sangat membantu mewujudkan manusia indonesia yang cerdas. Kita tahu bahwa anak-anak khususnya generasi masa kini sangat tertarik dengan tayangan televisi dan internet sebab tampilan yang disajikan memang sangat variatif. Untuk itu sangat penting bagi kita untuk juga bergerak dinamis misalnya dengan mengenalkan teknologi e-book atau buku elektronik, atau juga buku-buku yang dikemas dengan gambar dan packaging menarik. Terkadang, cover atau sampul sebuah buku menarik minat orang untuk membaca dan mengetahui seperti apa isi buku tersebut. Ini penting khususnya bagi anak-anak sebab bagi mereka, sesuatu yang warna-warni begitu menarik perhatian. Mewujudkan manusia yang berkualitas, tidak cukup dengan belajar, tapi harus juga ditambah dengan kebiasaan membaca. Hal ini juga telah didukung dengan program gerakan membaca 10 menit sehari yang dicanangkan kemendikbud tahun 2015 lalu, sebagai salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan minat baca di kalangan generasi muda.
Selanjutnya kepada para pengelola perpustakaan dan taman bacaan saya harapkan agar ke depannya pengelolaan perpustakaan dan taman bacaan di kota tegal dapat terus meningkat kualitasnya. Dengan kualitas perpustakaan dan taman bacaan yang baik serta strategi pengelolaan perpustakaan yang tepat maka minat baca masyarakat juga dapat ditingkatkan dari waktu ke waktu. Pengurus perpustakaan harus kreatif dan dinamis serta peka terhadap pergerakan teknologi dan kemajuan jaman sehingga bisa menciptakan inovasi agar anak-anak kita dan masyarakat tertarik untuk datang ke perpustakaan. Perpustakaan seharusnya menjadi rujukan pertama untuk mencari informasi. Oleh karena itu mari kita jadikan momen ini titik tolak bagi masyarakat Kota Tegal untuk semakin mengenal perpustakaan dan memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat ilmu dan informasi. Paparnya.
Dalam sambutan Kepala Perpusnas RI yang dibacakan oleh Dra. Woro Titi Haryanti, MM, menyampaikan bahwa Perpusnas RI telah melakukan kajian bahwa Negara Indonesia masuk dalam peringkat 108 dari 187 Negara di dunia. Peringkat ini lebih rendah dari lima Negara ASEAN lain seperti : Singapura (peringkat 26), Brunei (peringkat 33), Malaysia (peringkat 61), Thailand (peringkat 103) dan Filipina (peringkat 112). Menyadari potensi bangsa Indonesia sangat besar apabila ditinjau dari jumah penduduknya kurang lebih 253,60 juta jiwa dari 17.504 pulau, yang terdiri dari 1.340 suku bangsa dan 546 bahasa, yang memiliki beraneka ragam budaya yang perlu dikembangkan dan dilestarikan. Oleh karenanya program revolusi mental yang dicanangkan oleh pemerintah, perpustakaan menempati posisi yang strategis untuk dapat serta berkontribusi dalam penguatan mentalitas budaya kemandirian, mentalitas budaya gotong royong dan mentalitas budaya pelayanan. Karena perpustakaan menyelenggarakan program seperti pelayanan dan budaya baca sangat erat hubungannya dengan revolusi mental. Melalui membaca dapat merubah pola pikir, membentuk karakter dan meningkatkan semangat berkarya serta penguatan mentalitas budaya.
Berlanjut acara talkshow yang dipandu oleh Kak Tedi dengan narasumber talkshow ini meliputi Perpusnas RI, Dra. Woro Titi Haryanti, MM, Perpus Provinsi Jawa Tengah SP. Andriani, SH , Komisi X DPR RI, Drs. Abdul Fikri Faqih, MM dan Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah AT Raharjo, Dalam menjawab pertanyaan pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sakila Kerti, Yusqon tentang pemberdayaan warga belajar, perpustakaan dan TBM sebagai pusat informasi dan harapan setelah kegiatan ini akan menjadi apa bagi warga,  Faqih juga menjelaskan bahwa yang kita perlukan adalah aksi setelah kegiatan atau acara ini selesai dan jadikan DPR sebagai mitra kerja serta bersama sama mewujudkan dan meningkatkan minat baca bagi warga. Semoga dengan terselenggaranya Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca ini menjadi momentum yang bisa memotivasi kita semua untuk membaca. Dengan membaca, mari wujudkan cita-cita, bersama-sama melangkah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Bangsa yang cerdas, maju, berkarakter, penuh kreativitas, inovatif, dan berbudaya.tuturnya ( Daryani/MR/99)

IKLAN

Arsip Berita