Home » » PERCIK DARAH PERJUANGAN KYAI MAKMUR

PERCIK DARAH PERJUANGAN KYAI MAKMUR

Written By Media Rakyat on Friday, 19 August 2016 | 12:35:00

PEMALANG – (Media Rakyat). Bupati Pemalang H. Junaedi mengajak segenap warga Kabupaten Pemalang untuk meneladani pahlawan lokal (local hero) Kyai Makmur. Menurut Bupati setidaknya ada dua nilai dari sosok Kyai Makmur yang harus diteladani, yaitu keikhlasan dalam mengabdi kepada bangsa dan negara serta religiusitas. Hal tersebut dikatakan bupati usai acara Malam Wungon yang diselenggarakan di Pendopo.
Cerita heroik Kyai Makmur dibawakan dalam pementasan drama dengan judul “Percik Darah Perjuangan Kyai Makmur”, oleh Teater Gema saat Malam Wungon. Bupati menilai, perjalanan hidup Kyai Makmur dipenuhi nuansa heroik yang dijiwai oleh keikhlasan dan religiusitas dalam setiap langkah perjuangannya. Bupati juga mengaku trenyuh mengikuti jalan cerita kehidupan Kyai Makmur.
“Kyai Makmur itu sosok yang tidak ambisi, berani berkorban, sehingga menjadi panutan sebagai sosok yang tidak mementingkan kepentingan pribadi, tapi lebih mementingkan bangsa dan negara khususnya di Kabupaten Pemalang.”, tegas bupati.
Penampilan Teater Gema dalam acara Malam Wungon untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI di Kabupaten Pemalang bukanlah yang pertama kalinya. Pada tahun-tahun sebelumnya Teater Gema juga dilibatkan untuk perform.
“Percik Darah Perjuangan Kyai Makmur” garapan sutradara Rasdani Samin tersebut adalah produksi ke-46 Teater Gema, yang bekerjasama dengan Dindikpora Kabupaten Pemalang. Dalam pementasan drama yang berdurasi 1 jam itu, lebih dari 100 siswa SMA Negeri 1 Petarukan dilibatkan sebagai pemain.
Dalam acara Malam Wungon tersebut, pementasan Teater Gema menjadi penutup acara. Sebelumnya tampil membacakan puisi bertema perjuangan Letkol Purn. Suyadi dari Dewan Harian Cabang (DHC) 45, dan Bupati Pemalang H. Junaedi.
Dan sejarah perjuangan Kyai Makmur, adalah sejarah pahlawan lokal yang selama ini tidak pernah di ketahui masyarakat pemalang. padahal sejarah tersebut tidak kalah dengan sejarah pahlawan nasional, namun karna tidak pernah di tampilkan maupun dibukukan secara masal.sehingga masyarakat tidak tau bahwa pemalang mempunyai pahlawan yang peduli dengan masyarakatnya.
Apalagi seorang Kyai Tokoh Agama bukan orang ningrat yang bisa menduduki jabatan seorang Bupati, yang diangkat Oleh masyarakat Pemalang. namun setelah beliau menduduki jabatan tetap membela masyarakat dan tetap melawan belanda.(Heri/MR/99)

IKLAN

Arsip Berita