Home » » WALIKOTA PRIHATIN TINGKAT PENDIDIKAN WARGA DEBONG LOR

WALIKOTA PRIHATIN TINGKAT PENDIDIKAN WARGA DEBONG LOR

Written By Media Rakyat on Saturday, 23 July 2016 | 21:56:00

Walikota bersama siswa SD
TEGAL – (Media Rakyat). Walikota Tegal KMT Hj. Siti Masitha Soeparno prihatin tingkat pendidikan warga Kelurahan Debong Lor.
“Ada satu keprihatinan bahwa tingkat anak sekolah putus sekolah dan tidak sekolah cukup tinggi. Sebanyak 380 anak yang tidak sekolah, 43 belum tamat SD dan tidak tamat SD sejumlah 46 orang,” ungkap Walikota Tegal saat Dialog Interaktif dengan Warga Kelurahan Debong Lor, Jumat (22/7) di Pendopo Kelurahan Debong Lor Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal.
Angka putus sekolah dan tidak sekolah tersebut berasal dari laporan Lurah Debong Lor, Kasmali, SPd. Kasmali mengatakan permasalahan yang cukup menonjol di Kelurahan Debong Lor adalah tingkat anak putus sekolah.
“Tercatat sejumlah 380 warga tidak bersekolah, 43 warga belum tamat SD dan tidak tamat SD sejumlah 46 orang. Sarana pendidikan tercatat 1 PAUD, 1 SD, dan 2 MTS,” Kasmali melaporkan.
Menanggapi hal tersebut, Walikota menyampaikan, jangan sampai ada anak bangsa di Kota Tegal yang tidak bersekolah. Jika memang ada tingkat putus sekolah yang tinggi harus diadakan evaluasi lanjut. Selain menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan Kota Tegal, peran tokoh masyarakat seperti Ketua RW, dan RT juga harus peduli dengan kondisi warga disekitarnya, termasuk kondisi pendidikan warganya.
Saat dialog interaktif, hadir juga para siswa-siswi SD Negeri Debong Lor di Pendopo Kelurahan Debong Lor. Dalam kesempatan itu, Walikota mengajak para siswa untuk bernyanyi bersama dan berdialog. Bahkan Walikota memberi hadiah berupa sepeda kepada Tomi dan Claudia Eka Paramita kelas IV SD Negeri Debong Lor yang berhasil maju dan berdialog dengan Walikota.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tegal Drs. Johardi, MM menjelaskan terkait tingkat anak putus sekolah yang tinggi Dinas Pendidikan melalui UPPD Tegal Barat menunggu data anak yang putus sekolah dan buta aksara dari Kelurahan. Bagi yang tidak masuk usia sekolah akan fasilitasi dengan kejar paket,” tutur Johardi.
Sementara itu, Munir,  warga kel. Debong Lor menyampaikan di Kel. Debong Lor telah mengikuti Program Pengentasan Pekerja Anak Menuju Kelurga Harapan. Beberapa anak telah mengikuti program itu. Harapanya setelah program ini selesai ada pemantauan. (Daryani/MR/99)

IKLAN

Arsip Berita