Home » » PEMKOT BERSIHKAN DRAINASE KAWASAN ALUN-ALUN

PEMKOT BERSIHKAN DRAINASE KAWASAN ALUN-ALUN

Written By Media Rakyat on Friday, 22 July 2016 | 12:41:00

Drainase Alun-alun dibersihkan
TEGAL - (Media Rakyat). Pemerintah Kota Tegal terus berupaya menjaga kebersihan dan memperhatikan kebersihan Kawasan Publik. Salah satunya Kawasan Alun-alun yang akhir-akhir ini dikeluhan oleh masyarakat karena udara di kawasan tersebut berbau tidak sedap sehingga mengganggu aktivitas mereka.
Seperti yang diungkapkan salah seorang warga Kota Tegal, Budi Pambudi, yang mengeluhkan Alun-alun Kota Tegal berbau busuk. “Alun-alun Kota Tegal terutama dekat masjid bau busuk, mohon sampah PKL dikelola,” ungkapnya melalui akun Twitternya pada Sabtu (16/7).
Menanggapi hal tersebut, Pemkot Tegal bergerak cepat. Melalui Dinas Permukiman dan Tata Ruang (Diskimtaru) Kota Tegal, drainase di Kawasan Alun-alun Kota Tegal dibersihkan dengan melakukan penyemprotan menggunakan mobil penyiram taman milik Diskimtaru. Petugas juga melakukan pembersihan saluran air dari sisa-sisa makanan, sampah, lumpur dan air yang menggenang, Rabu (20/7) di Kawasan Alun-alun Kota Tegal, utamanya di depan Masjid Agung.
Kabid Pertamanan dan Persampahan Dinas Pemukiman dan Tata Ruang Pemerintah Kota Tegal, Budi Priyanto, SP mengatakan pihaknya sudah sering kali mengadakan sosialiasi tentang perlunya kebersihan dan tidak membuang sampah serta sisa makanan sembarangan.”Ini tidak lain karena kurang pemahaman dan kesadaran para pedagang kaki lima (PKL) yang mangkal dan menjajakan berbagai jenis makanan disekitar tempat ini,” sebut Budi.
Dalam kegiataan tersebut Diskimtaru melibatkan Satpol PP, Dinkop UMKM Perindag, Linmas dan Unsur Kepolisian serta para pedagang kaki lima dari setiap sentra PKL yang ada di Kota Tegal.
“Seharusnya sekitar Alun-alun Kota Tegal steril dari para PKL karena tempat tersebut merupakan tempat terbuka hijau dan tempat publik yang berfungsi juga sebagai paru-paru kota.  Tetapi sekarang malah terkepung oleh para PKL yang memanfaatkan ruang tersebut,” jelas Budi.
Disebutkan Budi, untuk membersihkan kawasan Alun-alun Diskimtaru menerjunkan petugas kebersihan yang setiap hari bertugas.  “Jumlah sekitar 17 orang penyapu jalanan. Mereka dibagi dalam 2 shift yaitu pagi hari dan sore hari. Sedangkan petugas khusus pembersih saluran air ada 2 orang dan mereka bekerja pada pagi hari,” terang Budi.
Sementara itu, Budi menyayangkan kerusakan taman akibat rusaknya tanaman oleh para PKL. “Kita sudah mengeluarkan anggaran untuk revitalisasi Alun-alun dengan biaya yang tidak sedikit . Tetapi pada kenyataannya ruang terbuka hijau dan ruang publik banyak yang rusak, khusunya tanaman karena ulah PKL, Mereka menggelar meja atau tikar untuk melayani para konsumen,” tutur Budi.
Budi mengutarakan bahwa selama ada PKL yang berdagang di Kawasan Alun-alun, maka berbagai permasalahan akan timbul utamanya dalam hal kebersihan. “Memang dibutuhkan kesabaran, walupun PKL sudah disiplin tetapi sampah bisa ditimbulkan dari pembeli yang membuang sisa makanan ditempat yang tidak semestinya,” ujar Budi.
Budi berharap bahwa kawasan Alun-alun bisa dikembalikan ke fungsi yang semestinya. Yaitu sebagai ruang publik dan ruang terbuka hijau sehingga masyarakat bisa ikut menikmati suasana nyaman. Warga pun dapat berolah raga tanpa harus takut dengan bau dan polusi. (Daryan/MR/99)

IKLAN

 

Arsip Berita