Home » » MAHASISWA DIMINTA GUNAKAN KOMUNIKASI TEPAT, SANTUN DAN LUWES SAAT KKN

MAHASISWA DIMINTA GUNAKAN KOMUNIKASI TEPAT, SANTUN DAN LUWES SAAT KKN

Written By Media Rakyat on Monday, 18 July 2016 | 21:43:00

Walikota saat memberikan pesan kepada peserta KKN

TEGAL – (Media Rakyat). Mahasiswa diminta untuk menggunakan metode komunikasi yang tepat santun dan luwes, sesuai dengan adat istiadat masyarakat. Hal tersebut agar pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai pendampingan masyarakat dalam hal pengembangan kapasitas dapat dilaksanakan secara maksimal.
Hal tersebut diungkapkan Walikota Tegal KMT Hj. Siti Masitha Soeparno saat menerjunkan 183 Mahasiswa KKN Universitas Pancasakti Tegal (UPS) di Pendopo Ki Gede Sebayu Kota Tegal, Senin (18/7). Mahasiswa itu akan terjun ke kelurahan-kelurahan di Kota Tegal dan membantu program Pemerintah Kota Tegal.
Tetapi yang juga tak boleh dilupakan adalah tetaplah berada pada aturan dan rambu-rambu yang telah ditetapkan oleh pihak Universitas, sebagai lembaga yang menaungi saudara. Selain itu tetaplah menjaga komunikasi yang baik dengan aparat pemerintah, baik Sipil, Polisi, maupun TNI di tingkat kelurahan dan kecamatan,” pesan Walikota.
Dalam kesempatan itu, Walikota mengingatkan para mahasiswa UPS peserta KKN untuk menjaga nama baik almamater Universitas. Jangan sampai ada perilaku atau kegiatan yang mampu memicu permasalahan di tengah masyarakat, seperti halnya tindak asusila, kegiatan politik praktis, juga kegiatan yang bertentangan dengan agama,” tutur Walikota.
Karena jika hal-hal tersebut sampai terjadi, Walikota mengingatkan, maka nama almamater akan tercoreng di tegah masyarakat. Dan akan butuh waktu cukup lama untuk mengembalikan nama baik tersebut. Itulah makanya perlu saya tekankan hal ini, demi kebaikan bersama,” kembali Walikota mengingatkan.
Rektor UPS Kota Tegal, Prof. Dr. Wahyono, SH, MS menyebut KKN melatih interaksi mahasiswa dengan masyarakat kecuali bagi yang sudah bekerja. “Itulah pendidikan yang paling utama di lapangan. Kecuali bapak ibu yang kuliah sudah bekerja,” sebutnya.
Penyerahan Atribut KKN
Disebutkannya, KKN merupakan upaya mengapilkasikan ilmu yang udah didapat di fakultas sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Kita tidak akan merubah program yang sudah ada di kota dan kelurahan tetapi kita membantu program. Sudah ada pedoman dalam pelaksanaannya. Tahun ini UPS akan kembali melaksanakan KKN Posdaya dengan mengembangkan potensi daerah, seperti pendidikan, kesehatan ekonomi dan lingkungan hidup,” jelasnya.
Diungkapkan Wahyono, tahun lalu saat melaksanakan KKN, UPS mendapat subsidi dari Yayasan Danmandiri. Namun untuk tahun ini, UPS melaksanakan KKN dengan pemberdayaan dari diri sendiri.
“Mahasiswa hanya punya ilmu namun tenaga tidak punya, 90 persen mahasiswa murni. Mereka hanya mampu memberikan pemikirannya saja. Untuk itu, ide-ide mereka nanti dituangkan dalam kegiatan KKN,” ungkap Wahyono.
Wahyono juga berpesan kepada mahaiswa untuk tidak hura- hura, namun dengan niat membantu program Pemerintah Daerah dalam melaksanakan KKN. (Imam Safi'i/Daryani/MR/99)

IKLAN

 

Arsip Berita