Home » , » PERDAGANGAN ANAK UNTUK DIJADIKAN PL DI SEBUAH CAFE KARAOKE

PERDAGANGAN ANAK UNTUK DIJADIKAN PL DI SEBUAH CAFE KARAOKE

Written By Media Rakyat on Friday, 8 January 2016 | 09:04:00

PEMALANG – (Media Rakyat).  Satuan Tugas Pemberantasan Tindak Pidana Kekerasan terhadap anak dan Perdagangan orang / Trafficking yang dipimpin oleh AKBP TRI SUSILOWATI, S.H., M.H., Kasubdit Renata Ditkimum Polda Jateng bersama – sama dengan Sat  Reskrim  Polres  Pemalang, Kamis (7/1) jam 00.45 Wib mengrebek  tempat  hiburan  malam  /  karaoke di Wisma “WK“ yang terletak di Jl. Kolonel Sugiono – Taman – Pemalang.
Dari penggrebekan tersebut, petugas berhasil mengamankan sang Mami PL nama AG als. ANG (24 th) alamat Perum Widuri Asri Blok E No. 20 – Pemalang dan 3 (tiga) anak perempuan yang di pekerjakan sebagai PL (pemandu lagu) yakni VS als VD (17 th) alamat Desa Wonosegoro Rt 01 Rw 01 Bandar – Batang, KS als SL (17 th) alamat Desa Kabunan Rt 01 Rw 19 Taman – Pemalang dan ABL als SAR (14 th) alamat Dukuh Cokrah Kelurahan Mulyoharjo – Pemalang.
Kasubdit Renata Ditkimum Polda Jateng AKBP TRI SUSILOWATI menyatakan" bahwa akibat dari merebaknya kasus prostitusi On Line yang melibatkan anak, Kekerasan terhadap anak dan perdagangan orang (trafficking), Kapolri memerintahkan Kapolda dan Kapolres di seluruh Indonesia untuk membentuk Satuan Tugas dan langsung bertindak untuk memberantas / menanggulanginya.
Kamis dini hari, Satgas Polda bersama – sama dengan Satgas dari Polres Pemalang, telah berhasil mengamankan seseorang yang diduga keras sebagai pelaku tindak pidana Perlindungan anak dan atau Perdagangan orang, serta mengamankan 3 anak perempuan yang menjadi korbanya. 
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Tim Penyidik dan pembinaan, kemudian ketiga korban dikembalikan kepada orang tua masing – masing, sedangkan terduga pelaku masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolres Pemalang.
Akibat perbuatanya, terduga pelaku dijerat dengan pasal 76 huruf (i) jo. Pasal 88 UURI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UURI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak dan atau pasal 2 jo. Pasal 17 UURI Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara," tegas SUSI. (Heri/MR/99)

IKLAN

 

Arsip Berita