Home » » KETUA DPC PARTAI GERIDRA KAB. PEMALANG DIKECAM DAN DIMINTA UNTUK MUNDUR.

KETUA DPC PARTAI GERIDRA KAB. PEMALANG DIKECAM DAN DIMINTA UNTUK MUNDUR.

Written By Media Rakyat on Tuesday, 11 August 2015 | 20:23:00

13 PAC Partai Geridra Kab. Pemalang yang meminta Ketua DPC untuk mundur.
     PEMALANG - (Media Rakyat). Pengurus Anak Cabang (PAC) dan ratusan Kader Partai Gerindra  Kab. Pemalang, berkumpul di salah satu rumah makan di widuri senin (10/8) mengancam akan melakukan boikot dalam Pilkada serentak di Kabupaten Pemalang.
       Hal tersebut menyusul tudingan adanya penyimpangan anggaran Partai serta Praktek jual beli no urut, dalam pencalonan yang dilakukan oleh Ketua DPC Gerindra Kabupaten Pemalang sehingga 13 PAC Partai Gerindra Kab. Pemalang menyatakan sikap penolakan terhadap kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC), menyusul adanya tudingan penyalah gunaan wewenang jabatan sebagai Ketua DPC. 
      Menurut Arif Hijrah Saputra Ketua Tim Advokasi menjelaskan bahwa selama ini Ketua DPC Gerindra Kab Pemalang dianggap tidak Transparan dalam hal Keuangan, serta adanya dugaan praktek jual beli no urut, dalam setiap pencalonan Pemilu Legislatif, Ketua DPC juga terlalu arogan terhadap para kader, terbukti beberapa kali memecat anggota tanpa alasan yang jelas, 13 Pengurus Anak Cabang Gerindra sudah melayangkan somasi terhadap Ketua DPC. "Selain itu, kami sudah melangkan surat Laporan ke Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, untuk mencopot Rama yang selama ini menduduki posisi Ketua Dewan Pimpinan Cabang atau DPC di Kabupaten Pemalang. Kader juga mengancam akan melakukan demo dengan melibatkan semua kader partai jika dalam 7 hari kedepan tidak merespon atau tanggapan dari DPP" jelasnya. 
       Masih menurut Arif " Seluruh kader Partai Gerindra di Kabupaten Pemalang, juga mengancam akan melakukan boikot dalam Pilkada serentak 9 Desember nanti, dengan tidak memberikan suara terhadap terhadap calon Bupati dan Wakil Bupati yang diusung partainya, jika posisi Ketua masih dipegang oleh Rama. Para kader meyakini dengan adanya langkah boikot ini, mesin partai tidak akan berjalan, sehingga posisi calon Bupati dan Wakil Bupati yang diusung Partai Gerindra dalam Pilkada serentak dipastikan tidak akan mendapat suara." Tegasnya. (heri).

IKLAN

 

Arsip Berita