Home » » PIAGAM PENGHARGAAN BAPAK NASIONALIS TEGAL UNTUK HM MARSINGGIH

PIAGAM PENGHARGAAN BAPAK NASIONALIS TEGAL UNTUK HM MARSINGGIH

Written By Media Rakyat on Wednesday, 8 July 2015 | 13:39:00

Beberapa perwakilan Organisasi saat mengikuti acara.
     Slawi (Media Rakyat), Sejumlah Ormas dan LSM yang ada di Kab. Tegal memberi Piagam Penghargaan Kepada HM Marsinggih sebagai Bapak Nasionalis Tegal pada hari selasa (7/7) , yang digelar salah satu rumah makan di Slawi sekaligus buka bersama yang dihadiri Pengurus Ormas dan LSM yang mendukung penghargaan tersebut juga beberapa tokoh masyarakat serta ketua Partai diantaranya Ketua DPC PDI Perjuangan Rustoyo dan Ketua Partai Nasdem Fajar Sigit. 
     
HM Marsinggih saat menerina Penghargaan.
     Menurut Panitia penyelenggara KRT Rosa Mulya Aji, Piagam Penghargaan Bapak Nasionalis Tegal diberikan karena ketokohan HM Marsinggih sebagai seorang Nasionalis tidak diragukan lagi karena sejak muda hingga diusia tua masih menyerukan tentang pentingnya Nasionalisme baik melalui seminar maupun lewat Komunitas Simponi Kebangsaan yang dibentuknya. “saat ini Kab. Tegal sudah mulai kekurangan tokoh Nasionalis seperti Pa De Marsinggih, maka dari itu perlu adanya penghargaan untuk beliau dan atas usulan beberapa teman Pergerakan maka kami menggalang tanda-tangan dukungan kepada sejumlah Organisasi yang ada di Kab Tegal untuk dituangkan dalam bentuk Piagam Penghargaan dan sudah  terkumpul 27 tandatangan dukungan untuk diberikan ” jelasnya, 
     
Piagam Penghargaan yang ditandatangani beberapa Organisasi.
    HM Marsinggih selaku penerima Piagam Penghargaan Bapak Nasionalis Tegal mengaku sangat terkejut di ulang tahunnya yang ke 72 mendapat kado istemewa tersebut yang sekaligus sebagai beban yang tidak ringan menerima Piagam Penghargaan Bapak Nasionalis Tegal, menurutnya paham Nasionalis sangatlah penting guna menjaga keutuhan bangsa karena dengan banyaknya paham globalisme yang masuk menjadikan bangsa ini rentan perpecahan, jika tidak dibentengi dengan Nasionalisme maka konflik dalam negeri bisa menjurus pada peperangan dalam negeri (intra state) yang efeknya lebih merusak dibandingkan perang dengan bangsa lain. “dengan adanya Nasionalisme maka karakter gotong royong tidak akan hilang hingga kita selalu menjadi bangsa yang utuh” pungkasnya. (TIM MR)

IKLAN

Arsip Berita