Home » » KEMACETAN DAN RAWAN KECELAKAAN DI PERTIGAAN TIRUS TAK TERTANGANI PIHAK BERWENANG

KEMACETAN DAN RAWAN KECELAKAAN DI PERTIGAAN TIRUS TAK TERTANGANI PIHAK BERWENANG

Written By Media Rakyat on Wednesday, 17 June 2015 | 22:10:00

Kondisi jalan Tirus yang rawan kecelakaan.
      Tegal (Media Rakyat) .Kondisi jalan pertigaan  ditambah perlintasan kereta api di derah Tirus kota Tegal yang lagi dalam perbaikan bantalan rel, mengakibatkan kemacetan hingga 1kilo meter lebih, 
     Kemacetan bisa lebih parah karena berbarengan dengan karyawan yang berangkat dan pulang kerja terutama  di pagi dan sore hari, hal tersebut dikarenakan kondisi rel yg lebih tinggi dari jalan  dan tepat dipertigaan jalan sehingga mengakibatkan pengguna jalan baik mobil maupun sepeda motor kerap tergelicir. 
     Slamet (46) yang rumahnya tidak jauh dari perlintasan KA Tirus menuturkan bahwa yang terjadi tidak hanya kemacetan saja namun  kecelakaan juga kerap terjadi  hampir tiap hari dan kebanyakan korban adalah pengendara sepeda motor terutama wanita dan ibu-ibu. 
     Merurut Slamet dalam sehari motor tergelicir jumlahnya bisa lebih dari 10 kendaraan bahkan beberapa hari yang lalu sebuah bis besar pun sempat tergelicir." kondisi tersebut sudah berlagsung kurang lebih satu minggu yang lalu hingga sampai sekarang juga belum selesai " tuturnya. 
     
Kondisi jalan yang macet  terjadi tiap hari.
     Sementara itu Yani pengendara yang sempat terjatuh diperlintasan tersebut menjelaskan bahwa dirinya sangat menyayangkan, meski perbaikan perlintasan KA ditirus rawan kecelakaan, tapi tidak ada petugas Polisi Lalu lintas yang mengaturnya, "Saat saya terjatuh saya tidak melihat ada petugas Polisi Lalu lintas, sedang yang mengatur lalu-lintas dan membantu korban yang tergelincir hingga jatuh adalah warga sekitar dan petugas penjaga palang pintu perlintasn KA dan beberapa pekerja yang ada di situ" jelasnya. 
     Dari pantauan Media Rakyat dilokasi, memang tidak ada petugas Polisi lalu-lintas diperlintasan tersebut yang ikut mengatur arus lalulintas untuk meminimalisir kemacetan yang terjadi, hanya warga sekitar dan petugas penjaga Pos palang pintu kereta api. (Farid/MR/99)

IKLAN

Arsip Berita