Home » » PEMKAB TEGAL LAKSANAKAN MUTASI PADA 23 PEJABAT ESELON III DAN IV

PEMKAB TEGAL LAKSANAKAN MUTASI PADA 23 PEJABAT ESELON III DAN IV

Written By Media Rakyat on Thursday, 23 April 2015 | 18:33:00

Wakil Bupati Tegal saat pelantikan mutasi Jabatan eselon Pemkab. Tegal.
     SLAWI (Media Rakyat), Pemerintah Kabupaten Tegal melaksanakan mutasi pada  23 pejabat eselon III dan IV  sekaligus pelantikan yang dilaksanakan oleh Wakil Bupati Tegal Umi Azizah di ruang rapat Wakil Bupati, Kamis (23/4). 
        Dari 23 pejabat tersebut, 7  diantaranya mendapatkan promosi atau kenaikan eselon, antara lain, Amir Makhmud SE MSi yang sebelumnya Kabid Anggaran DPPPKAD kini menjabat Sekretaris DPPKAD, Bangun Nuraharjo SE MSi yang sebelumnya Kasi Fasilitas Penyiapan RAPBD Bidang Anggaran DPPKAD kini menjabat Kabid Anggaran DPPKAD, Ir Herry Suhartono MM yang sebelumnya Kabid Tata Ruang Pertamanan dan Kebersihan DPU kini menjabat Kabag Sumberdaya Alam Setda, Taufik ST yang sebelumnya Kasi Perencanaan dan Penyusunan Program Bidang Bina Program Dinas Koperasi UKM dan Pasar kini menjabat Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Koperasi UKM dan Pasar, dr Titis Cahyaningsih yang sebelumnya Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes kini menjabat Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD dr Soeselo Slawi, Asta Sediyadi SE yang sebelumnya Kasubag Perbendaharaan Bagian Keuangan Setda kini menjabat Kabid Perencanaan dan Pengendalian Operasional Pendapatan DPPKAD, dan Agus Sukoco SP MSi yang sebelumnya Kabid Perkebunan Dinas Tanbunhut kini menjabat Sekretaris Inspektorat. 
       Kemudian Staf PNS yang promosi ke eselon VI a ada tiga orang. Antara lain, Dyah Wahyu Indrati SE Akt MM yang sebelumnya Staf DPPKAD kini menjabat Kasi Akuntasi Bidang Akuntansi dan Pelaporan DPPKAD, Abdul Syakur SIP MM yang sebelumnya Staf Setda kini menjabat Kasubag Pemberitaan dan Dokumentasi Bagian Humas Setda, dan Nur Isnaeni S.STP yang sebelumnya Staf Setda kini menjabat Kasubag Perbendaharaan Bagian Keuangan Setda. 
      Sedangkan pejabat yang lainya hanya dimutasi atau digeser sebanyak 10 orang  antara lain, Drs Dadang Darusman MM yang sebelumnya Sekretaris DPPKAD kini menjabat Kabag Pemerintahan, Jaenal Dasmin BE SSos MM yang sebelumnya Sekretaris BPBD kini menjabat Kabid Tata Ruang, Pertamanan dan Kebersihan DPU, Darsono SSos SE yang sebelumnya Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Koperasi UKM dan Pasar kini menjabat Sekretaris BPBD, Dra Nany Lestari yang sebelumnya Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD dr Soeselo Slawi kini menjabat Kabag Organisasi Setda, Toto Raharjo SKM yang sebelumnya Kabid Kesejahteraan dan Perlindungan Anak BPPKB kini menjabat Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes, Haryanto Prabowo SH yang sebelumnya Kabid Perencanaan dan Pengendalian Operasional Pendapatan DPPKAD kini menjabat Kabid Kesejahteraan dan Perlindungan Anak BPPKB, Afifudin SIP yang sebelumnya Sekretaris Disparbud kini menjabat Sekretaris Dinas Koperasi UKM dan Pasar, Sri Yuniati SH yang sebelumnya Sekretaris Dinas Koperasi UKM dan Pasar kini menjabat Sekretaris Dinkes, Suharinto SSos MSi yang sebelumnya Sekretaris Dinkes kini menjabat Sekretaris Disparbud, Wenda Akhmadi SE Akt MSi yang sebelumnya Kasi Akuntasi Bidang Akuntansi dan Pelaporan DPPKAD kini menjabat Kasi Fasilitas Penyiapan RAPBD Bidang Anggaran DPPKAD, dan Abdul Syukur SIP yang sebelumnya Kasubag Pemberitaan dan Dokumentasi Bagian Humas Setda kini menjabat Kasi Perencanaan dan Penyusunan Program Bidan Bina Program Dinas Koperasi UKM dan Pasar.
       Sementara itu ada dua pejabat yang diturunkan eselonnya dari III a menjadi III b  adalah Muhamad Budi Eko Setiawan ST yang sebelumnya Kabag Sumberdaya Alam Setda kini menjabat Kabid Pembangunan BPPT, dan Agus Sumargo SH MT yang sebelumnya Sekretaris BKD kini menjabat Kabid Perkebunan Dinas Tanbunhut.
     Menurut Umi Azizah, mutasi atau perpindahan jabatan ini adalah suatu hal yang wajar dan merupakan hal biasa. Selain itu, pelantikan juga merupakan bagian dinamisasi dari proses penyegaran dan penyesuaian kebutuhan personil dalam sebuah organisasi birokrasi. Dan mutasi jabatan ini, akan selalu ada selama kebutuhan situasi organisasi menghendakinya. "Semua pegawai atau pejabat, pasti akan mengalami mutasi untuk siklus pembinaan karir dan peningkatan daya mampu profesionalitas sumberdaya aparatur, guna mewujudkan pelayanan prima kepada masyarakat, sebab paradigma mengenai orientasi pelayanan aparatur birokrasi, pada dasarnya menuntut perubahan dalam orientasi pelayanan, di mana aparatur pemerintah dituntut memiliki visi dan misi yang jelas dalam mewujudkan pelayanan prima kepada masyarakat dan salah satu pendekatannya adalah pemberdayaan masyarakat," pungkasnya. (Tim MR).

IKLAN

Arsip Berita