Home » » BUPATI TEGAL SIAP MEMBAWA KERANAH HUKUM JIKA PROYEK APBD 2015 TIDAK SESUAI RAB

BUPATI TEGAL SIAP MEMBAWA KERANAH HUKUM JIKA PROYEK APBD 2015 TIDAK SESUAI RAB

Written By Media Rakyat on Friday, 24 April 2015 | 18:19:00

Bupati Tegal Enthus Susmono
      SLAWI (Media Rakyat), Bupati Tegal Enthus Susmono memberikan peringatan tegas (warning) kepada sejumlah penyedia jasa (rekanan/kontraktor) yang hendak mengerjakan proyek APBD II tahun 2015. 
     Enthus menyatakan, jika ada proyek yang tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), maka pihaknya bakal membawanya ke ranah hukum. "Saya akan ngecek langsung ke lapangan. Jika ada kesalahan, saya akan melaporkan ke aparat penegak hukum (APH)," kata Enthus, dihadapan sejumlah rekanan saat dikumpulkan di Aula kantor DPU Pemkab Tegal Kamis(23/4). Rencananya, pengecekan itu akan dilakukan setelah pekerjaan berlangsung dengan membawa alat bangunan seperti linggis, palu, dan alat-alat lainnya untuk mengeceknya. 
    Menurut Enthus, sejauh ini Pemda sudah memberikan pelayanan maksimal kepada rekanan. Semisal, mengajak musyarawah dengan rekanan ihwal harga satuan pekerjaan supaya rekanan tidak rugi. "Musyawarah (harga satuan) seperti ini mungkin baru ada di Kabupaten Tegal. Di daerah lain saya yakin tidak akan ada," kata Enthus yang diamini oleh sejumlah rekanan yang hadir. 
      Selain mengajak musyawarah, Enthus juga akan memprioritaskan rekanan lokal untuk mengerjakan proyek-proyek tersebut. Tujuannya, supaya bisa saling memiliki karena di daerah sendiri. Oleh karena itu, Enthus berharap rekanan dapat mengerjakan proyek-proyek tersebut sesuai dengan anggaran dan gambar yang ada. "Padahal kami juga bisa mengundang rekanan dari luar kota, tapi saya tidak mau. Saya lebih bangga jika proyek di Kabupaten Tegal dikerjakan oleh rekanan lokal," kata Enthus yang mendapat aplaus dari sejumlah rekanan tersebut. 
       Ketua Gapeksindo Kabupaten Tegal Memet Said mengaku siap mengerjakan proyek-proyek yang didanai APBD II. Menurut dia, kebijakan Bupati ihwal kenaikan harga satuan itu sangat membantu rekanan untuk terus berkembang. Selama ini, rekanan hanya mendapatkan keuntungan sedikit dengan rendahnya harga satuan. “Dulu, untuk mendapatkan keuntungan 5 persen saja sulitnya minta ampun," tuturnya. (Tim MR).

IKLAN

 

Arsip Berita