Home » » STATUS WASPADA GUNUNG SLAMET TIDAK MEMPENGARUHI AKTIFITAS WARGA SEKITAR

STATUS WASPADA GUNUNG SLAMET TIDAK MEMPENGARUHI AKTIFITAS WARGA SEKITAR

Written By Media Rakyat on Thursday, 13 March 2014 | 09:50:00

Wartono Saat di Pos Pengamatan Gunung Slamet  Desa Gambuhan.
    Pemalang (Media Rakyat), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan status waspada pada Gunung Slamet yang sebagian ada di wilayah Kabupaten Brebes,Tegal, Pemalang dan Banyumas Jawa Tengah. Meski begitu aktivitas warga di beberapa desa yang letaknya dekat dengan gunung Slamet tetap normal.
       Menurut Kepala  Pos Pengamat dan vulkanolog Gambuhan Kecamatan Pulosari  Sudrajat  Rabu (12/3), menjelaskan bahwa status waspada Gunung Slamet tidak berpengaruh pada aktivitas warga dan belum ada pengumuman resmi untuk melakukan tindakan tertentu, namun pihaknya juga sudah menginformasikan kepada warga untuk tetap waspada. “Kami belum bisa memberi informasi lebih lanjut, termasuk tindakan yang harus kami lakukan, walau setiap harinya gempa micro vulkanalog sampai 260 kali perhari selama tiga hari berturut turut ” jelasnya.  
       Seperti halnya Desa Gambuhan, Jurang mangu,Gajah uling, karang sari kecamatan Pulosari.Kabupaten Pemalang dan warga Desa Simpar Kedawung Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal juga masih tetap beraktivitas seperti biasa. Warga yang umumnya bercocok tanam sayuran, tetap bekerja di ladang-ladangnya. “Petani tetap beraktivitas di ladang tidak terpengaruh dengan kondisi Gunung Slamet yang katanya status waspada,” ungkap Sudrajat 
     Sementara, itu Dewan Penasehat Himpunan Insan Penulis Wartawan Indonesia (HIPWI) Kota tegal Wartono yang langsung meninjau ke Pos pengamat Gunung slamet dan  merasakan adanya dentuman gempa berkali-kali di kawasan puncak gunung tersebut.
 Saat ditemui Wartawan  di lokasi. Yang juga berada di dekat lereng Gunung Slamet, Wartono mengatakan bahwa pada rabu sore sekitar pukul 15.00 WIB sempat melihat semburan asap hitam dari puncak gunung. Semburan asap hitam itu mengarah ke selatan, sehingga tidak diketahui apakah semburan itu hanya asap atau semburan abu vulkanik. “Desa yang terletak di lereng timur laut, gunung slamet tersebut.memang sangat pas untuk mengamati atau melihat langsung aktifitas puncak Gunung Slamet di saat menyemburkan asap hitam ke arah selatan,” katanya. 
      Ketua Relawan Gunung Slamet, Muhamad Sabar Budianto mengiformasikan bahwa status waspada Gunung Slamet telah ditetapkan sejak Senin 10 Maret 2014 pukul 21.00 WIB. Dengan penetapan status waspada, tertutup kegiatan pendakian dan juga aktivitas lainnya pada radius dua kilometer dari puncak gunung.  Pihaknya juga telah diberitahu oleh Kepala Pos Pengamatan Gunung Slamet di Gambuhan tentang status waspada dan diminta untuk selalu memantau keadaan, serta melakukan pengawasan terutama di jalur pendakian di Dukuh Kaliwadas. Sebelumnya juga ada sekitar 60 pendaki dari Jakarta yang memberitahukan akan melakukan pendakian melalui jalur Kaliwadas. “Tapi rencana pendakian itu dibatalkan karena adanya penetapan status waspada itu,”terangnya. (rid)

IKLAN

 

Arsip Berita