Home » » BANJIR BANDANG DAN TANAH LONGSOR TERJANG WILAYAH KAB. PEMALANG

BANJIR BANDANG DAN TANAH LONGSOR TERJANG WILAYAH KAB. PEMALANG

Written By Media Rakyat on Monday, 3 February 2014 | 20:18:00

Bupati Pemalang saat meninjau bencana banjir.
         PEMALANG (Media Rakyat). Banjir bandang akibat meluapnya Sungai Comal, Sungai Lingseng dan Pulaga menerjang 6 kecamatan di Kab. Pemalang, akibatnya 10 rumah hanyut, sejumlah jembatan hilang, jalan ambles dan ribuan rumah warga terendam, sementara di Kecamatan Watukumpul yang berada di daerah pegunungan dihantam longsor.  Ratusan warga juga sempat diungsikan ditempat aman sejak air diketahui mulai masuk rumah warga, Minggu (2/2) pagi sekitar pukul 03.00. 
        Akibat meluapnya Sungai Comal jalur pantura juga terendam sedalam kurang lebih 1 meter, titik pusat kemacetan terjadi di jalur pantura Kecamatan Ampelgading Km 15-16. Melihat genangan air kendaraan tak berani melintas, sehingga terjadi antrian kurang lebih sepanjang 3 Km baik kearah Barat maupun Timur. Untuk mengurai antrian akhirnya Satlantas menetapkan 1 jalur untuk 2 arah , sehingga meski perlahan kendaraan mulai bisa berjalan. 
         Bupati Pemalang H Junaedi SH MM didampingi Kabag Humas Nurkholes SH MSi,langsung meninjau jalur pantura yang macet serta warga yang kebanjiran di wilayah Kecamatan Ampelgading-Petarukan antaralain Desa Cibiyuk. Usai meninjau warga di pantura, Bupati kemudian melakukan pantauan ke Desa Cikadu Kecamatan yang diterjang Watukumpul untuk sekaligus memberikan bantuan untuk para korban.
        Camat Watukumpul, Mubarok Ahmad melaporkan ada 13 desa di Watukumpul yang diterjang longsor, tercatat sekitar 650 warga yang mengungsi, 10 jembatan hanyut dan rusak serta sejumlah jalan ambles sehingga tidak bisa dilewati. 
        Bupati Pemalang dibalai Desa Cikadu mengatakan dihadapan para pengungsi bencana mengucapkan  terimakasih kepada Relawan dan Mahasiswa yang KKN  di Kecamatan Watukumpul yang ikut andil dalam membantu para korban bencana alam dan  informasikan kepada seluruh warga masyarakat bahwa musibah banjir dan tanah longsor ini terjadi di seluruh Indonesia, bencana alam tidak hanya terjadi di Kabupaten Pemalang saja, akan tetapi juga daerah-daerah lain, sehingga kita harus selalu meningkatkan kewaspadaan dan menjaga lingkungan. Dan terkait longsor di Cikadu ada 12 rumah yang rusak, juga ada 2 mobil yang hanyut oleh kejadian banjir bandang dan lainnya terancam sehingga diperlukan relokasi. "Ini semua merupakan fenomena alam yang perlu kita sikapi termasuk bagaimana kita menghadapi mencana alam , mari kita tingkatkan kewaspadaan dan menjaga lingkungan kita ,karna saya yakin dan percaya bencana yang terjdi, adalah sebagian dari ulah manusia, disamping keadaan stuktur tanah, disamping itu di Kecamatan watukumpul ini adalah daerah rawan bencana. ini ujian dari Allah SWT, sehingga merupakan momen bagi kita untuk saling membantu dan Mempererat persaudaraan kerukunan serta mengambil hikmah dari musibah yang terjadi ini.”pesan Bupati.(heri).

IKLAN

Arsip Berita