Home » » Wayang Cerminan Karakter dan Perilaku Manusia

Wayang Cerminan Karakter dan Perilaku Manusia

Written By Media Rakyat on Tuesday, 8 October 2013 | 23:17:00

Ki Suryo Singocarito
Pemalang (Media Rakyat), Karakter dan perilaku manusia tergambar gamblang dalam dunia pewayangan. Manusia yang santun bertatakrama, yang arogan dan brangasan, yang bijak bestari maupun yang picik serta dengki, tak beda dengan karakteriktis tokoh wayang. Demikian dikatakan dalang muda berbakat asal Pemalang, Ki Suryo Singocarito (33) saat ditemui di sanggarnya Desa Pedurungan Kecamatan Taman, baru-baru ini. 
      Dalang yang berlatarbelakang pendidikan formal sarjana teknik itu mengungkapkan, semua perwatakan manusia dimiliki tokoh wayang dan keberadaan analogisnya tak lapuk ditelan jaman. “Manusia tak beda dengan wayang dalam karakter maupun perwatakan, karena itu wayang kerap diidentikkan sebagai gambaran kehidupan manusia hingga masa kini dan mendatang,” jelas seniman putera dalang senior almarhum Ki Sunari Singocarito itu. 
      Tak beda dengan dunia manusia, di dunia pewayangan juga terdapat kehidupan sosial dengan tatanan yang dipatuhi. Bahkan dalam pewayangan, tatanan sosial yang ada juga melingkup strata dan kasta, dimana keberadaan manusia dibedakan. “Di pewayangan juga terdapat tataran birokrasi pemerintahan, ada pejabat dan ada rakyat, persis seperti manusia jaman sekarang ini,” tutur dalang yang juga seorang guru di sebuah SLTA itu. 
        Kalau sekarang ada kericuhan di tataran birokrasi, dalam pewayangan pun hal yang sama sering terjadi. Saling berebut kekuasaan, saling menjatuhkan, saling menyerang, semua ada dalam wayang. Tinggal bagaimana kita bisa bersikap bijak. “Mau mengikuti karakter tokoh wayang yang jahat atau yang baik, mau ikut tokoh brangasan atau ksatria yang santun bertatakrama,” tanya Ki Suryo menegaskan. 
      Dalam dunia pewayangan juga terdapat individu individu yang arogan, yang selalu subjektif dalam mengusung pendapat. Tokoh tokohnya sangat mudah dikenali, misalnya saja Buto Cakil, di tataran birokrasi juda ada tokoh Duryudhana, Dursasana, Rahwana, dan lainnya. Sedangkan tokoh ksatria yang relatif bertatakrama dalam hidupnya bisa dicontohkan Pandawa. 
      Bagaimana gambaran manusia sekarang yang setelkah berkedudukan dan berjabatan tinggi justru menistai diri dengan korupsi? “Mereka itu kemungkinan besar pejabat yang merunut karakter Buto Cakil, “ pungkas Ki Suryo. (Ruslan Nolowijoyo).

OL : 8 Oktober 2013.

IKLAN

Arsip Berita