Home » » Suraji dan 8 Anaknya Berteduh di Rumah Hampir Roboh

Suraji dan 8 Anaknya Berteduh di Rumah Hampir Roboh

Written By Media Rakyat on Tuesday, 8 October 2013 | 23:03:00

Rumah Suraji saat dikunjungi beberapa temannya.
Pemalang (Media Rakyat), Penderitaan hidup tak kunjung berakhir, itulah yang dialami Suraji (36) dan istrinya Suimah (35) beserta delapan orang anaknya yang masih anak-anak. Warga lingkungan RW 02 RT 62 itu terpaksa mendiami rumahnya yang reyot terbuat dari papan dan anyaman bambu. 
      Kondisi rumah yang nyaris roboh itulah yang kini menghantui buruh nelayan itu. “Saya sudah berusaha agar rumah saya ini tidak sampai ambruk, tapi apa daya, belum ada biaya untuk merehab,” tutur Suraji sambil mengisahkan beberapa tahun lalu pernah merehab tapi karena keterbatasan biaya akhirnya hanya sebagian saja yang direnovasi. 
       Rumah kediaman yang berada di kampung nelayan Desa Asemdoyong Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang itu berukuran 6 x 9 meter, berlantai tanah dan sanitasi lingkungannya sama sekali kurang sehat. Suraji menuturkan, dengan bersusah payah dirinya bekerja sebagai buruh ikan untuk menghidupi isteri dan 7 anaknya yang masih kecil. “Saya bekerja membanting tulang untuk menghidupi keluarga, anak saya ada delapan tapi yang nomor lima sudah meninggal,” ungkap pria lugu itu dengan nada memelas baru-baru ini.
       Dengan penghasilan sebagai buruh itulah Suraji membiayai hidup keluarganya. Anak pertamanya masih berusia 14 tahun, karena keterbatasan biaya akhirnya tidak melanjutkan sekolah. Sedang anaknya yang terkecil masih balita, masih berada dalam gendongan ibunya. Delapan orang buah hatinya itu nyaris saban hari ditinggalnya pergi mencari nafkah. “Kalau sedang ikut perahu saya biasanya enam hari di laut,” tutur Suraji. 
       Terkait keadaan keluarga kurang mampu di kampong nelayan ini, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Pemnalang, melalui Sekretaris Dinas Dra Harjito, menyampaikan, pada dasarnya banyak program pemerintah dalam rangka mengentas warga kurang mampu. Penderitaan Suraji dan keluarganya yang tinggal di rumah yang sudah hampir roboh bisa disampaikan kepada pemerintah melalui prosedur, yaitu pembuatan proposal kepada bupati diketahui pihak desa dan kecamatan. (Ruslan Nolowijoyo).

OL : 8 Oktober 2013.

IKLAN

Arsip Berita