Home » » PENGRAJIN KAIN ATBM KURANGI ANGKA PRODUKSI AKIBAT DOLLAR NAIK.

PENGRAJIN KAIN ATBM KURANGI ANGKA PRODUKSI AKIBAT DOLLAR NAIK.

Written By Media Rakyat on Thursday, 3 October 2013 | 22:01:00

Kain sarung hasil produksi pengrajin ATBM.
PEMALANG (Media Rakyat). Para pengrajin kain Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) di Desa Wanarejan Utara Kecamatan Taman terpaksa menurunkan jumlah produksi, hal ini disebabkan harga barang yang tidak bisa naik sementara ongkos produksi mengalami kenaikan tajam sejak terjadi fluktuasi nilai tukar Dollar terhadap rupiah. 
      Meski sebagian besar produksi kain yang dihasilkan diperuntukan pasar ekspor dengan nilai Dollar, akan tetapi pendapatan pengrajin tidak ikut naik. Kondisi ini disebabkan bahan-baku pembuatan kain tenun merupakan barang-barang impor seperti kain maupun chemical untuk pewarna sehingga harus dibayar dengan Dollar. 
     M Sukron pemilik rumah produksi Texwacro, Kamis (26/9) pada pada wartawan menuturkan sebelum ada kenaikan harga-harga baik BBM, Dollar dan lainnya produksi kain dalam satu bulan bisa mencapai 800 kodi, akan tetapi terakhir hanya mampu mencapai 100 kodi. "Harga benang rayon 1 bal yang dulunya Rp 9 Juta, sekarang sudah melonjak menjadi Rp 13 juta. Chemical yang dulunya Rp 400 Ribu/kg sekarang sudah naik menjadi Rp 900 Ribu, sementara harga sarung perkodi masih tetap Rp 3,2 Juta,"tegasnya. 
       Selain itu upah pekerja juga mengalami kenaikan yang cukup tinggi dari semula hanya Rp 25 Ribu perpotong menjadi Rp 55 Ribu, sehingga total dari nilai produksi mengalami kenaikan yang cukup signifikan, sayangnya ketika para pengrajin akan menaikan harga jual pembeli dari luar negeri tidak mau. Menurut Sukron berbeda halnya dengan industri yang hanya menjadi pekerja, meski nilai tukar Dollar naik mereka tidak berpengaruh karena bahan baku juga dipasok dari pemesan sehingga imbas kenaikan harga tidak terlalu berpengaruh.(heri).

OL : 3 Oktober 2013.

IKLAN

 

Arsip Berita