Home » » KASUS PEMBUNUHAN DIHUTAN JATI BERHASIL DIUNGKAP POLRES PEMALANG.

KASUS PEMBUNUHAN DIHUTAN JATI BERHASIL DIUNGKAP POLRES PEMALANG.

Written By Media Rakyat on Friday, 18 October 2013 | 07:36:00

Kapolres Pemalang saat gelar kasus pembunuhan.
PEMALANG (Media Rakyat), Penyebab tewasnya pencari burung puyuh Muhidin (55) di hutan jati petak 46 B Desa Paguyangan, Kecamatan Bantarbolang, Pemalang Selasa (8/10) lalu akhirnya terungkap, yaitu akibat hubungan perselingkuhan antara istrinya Mardiyah dengan pacarnya Sundoyo (30).setelah melakukan pembunuhan itu sundoyo lari kejakarta setelah dikejar kejakarta sundoyo tertangkap jum’at (11/10).
         Kasus tersebut digelar Kapolres Pemalang AKBP Dedi Wiratmo SIK kepada wartawan. Dengan dijaga sejumlah petugas kedua tersangka dihadirkan untuk menceritakan kejadiannya. Ditunjukkan pula barang bukti pisau baja sepanjang 50 cm yang digunakan untuk membunuh korban, pakaian dan jaket korban, serta 2 telepon genggam milik kedua tersangka. 
        Kapolres Pemalang menjelaskan bahwa setealah melihat ke TKP selanjutnya melaporkan ke Kapolda dan mendapat petunjuk dari Kapolda untuk membuat tim penyidik kasus dan tim itu terdiri 7 orang untuk penyelidikan di TKP.
        Setelah itu ditemukan barang bukti. kembangkan penyelidikanya mulai dari orang terdekat ,terutama istrinya, setelah diperiksa terindikasi cinta segitiga, artinya adanya hubungan di luar rumah tangga ini,  sehingga mendapatkan pelaku pembunuhan ini diduga adalah Sundoyo.” Kita lakukan trek pengembangan kasusnya dari hand phonenya ternyata yang bersangkutan posisi dijakarta , lalu kami berangkat kejakarta. Dan tim ini mendapatkan pelaku Sundoyo" paparnya. 
         Peran istri korban dengan melaporkan  membantu sehingga kasus bisa diungkap, dari dua belas tusukan yang ada, yang mengakibatkan meninggal pada tusukan yang mengenai hati atau jantung. ''Kedua tersangka telah melakukan pembunuhan yang direncanakan. Ancaman hukumannnya 20 tahun penjara atau hukuman mati'' jelas Kapolres didampingi Kapolsek Bantarbolang AKP Alkaf Chaniago. 
            Sementara itu menurut cerita tersangka Mardiyah, warga Dukuh Klapanunggal, Desa Paguyangan dia sudah cukup lama menjalin hubungan asmara dengan pacarnya Sundoyo warga Desa Mengori. Hubungan komunikasi diawali melalui telepon seluler. Kemudian melakukan pertemuan-pertemuan dan menjalani hubungan intim. Dari hubungan itu kemudian ada niat untuk menikah dengan Sundoyo. Tapi menjumpai kesulitan karena korban tidak mau menceraikan. Akhirnya ada niat untuk menghabisi nyawa suaminya. 
       Pada saat itu Mardiyah menyuruh pacarnya Sundoyo untuk tidak menggunakan benda tajam. Tapi pacarnya itu malah menggunakan pisau dapur untuk menusuk korban beberapa kali hingga terkapar tak bernyawa. Menurut pengakuan Sundoyo, dia tega membunuh orang yang masih temannya sendiri itu karena disuruh oleh istri korban. Sebelum kejadian dia dan istri korban sudah berhubungan intim dan rencananya mau menikah. (heri).

OL : 18/10/2013.

IKLAN

Arsip Berita