Home » » BUPATI PEMALANG TILIK WARGA TRANS ASLI PEMALANG DI KAB.LAMANDAU.

BUPATI PEMALANG TILIK WARGA TRANS ASLI PEMALANG DI KAB.LAMANDAU.

Written By Media Rakyat on Wednesday, 30 October 2013 | 18:49:00

Bupati dan Sekda Pemalang bersama masyarakat Trans.
PEMALANG (Media Rakyat). Para transmigran asal Kabupaten Pemalang di Desa Bukit Raya dan Tritunggal, Kabupaten Lamandau Propinsi Kalimantan Tengah, secara khusus mengundang Bupati Pemalang H Junaedi SH MM dan Sekda Drs Budhi Rahardjo MM untuk mengetahui secara langsung perkembangan mereka yang telah 15 tahun merantau.
         Kondisi sekarang ini masyarakat trans merasa sudah mampu tidak seperti saat pertama menginjak tanah ditrans dandengan perjuangan yang tanpa lelah sehingga saat ini bisa mengenyam hasilnya.
           Di Desa Bukit Raya Kecamatan Menthobi semula ada 21 kepala keluarga transmigran asal Pemalang yang datang pada tahun 1993-1994, namun jumlah mereka kini sudah bertambah dan sukses bekerja pada bidang Kelapa Sawit maupun perdagangan. Salah satunya adalah H Rosul yang dulu berasal dari Bodeh.sekarang bisa mengenyam keberhasilan selama berjuang di daerah Tranmigran. 
          Kedatangan Bupati Pemalang H.Junaedi .SH di desa tranmigran di Desa Tritunggal yang kebanyakan warga Pemalang yang berasal dari Desa Wanarata Kecamatan Bantarbolang dan Desa Majakerta Kecamatan Watukumpul dan kebetulan sekali masih satu desa dengan desa kelahiran Bupati Pemalang H.Junaedi.SH.
         Saat pertama datang jumlah mereka mencapai 35 KK, kebanyakan kini sudah sukses pada berbagai bidang pekerjaan yang  ditekuninya. "Para transmigran sudah sukses meski pada 2 tahun pertama mereka merasa seperti terbuang, namun kini tinggal menikmati hasilnya, bahkan ada yang kini mengambil tenaga kerja dari Pemalang dengan upah Rp 2 juta/bulan,"tandas Sekda Drs Budhi Rahardjo MM, Selasa (29/10).
          Uniknya meski berapa sudah puluhan tahun hidup ditanah rantau, akan tetapi anak-anak mereka tetap diajar kebudayaan leluhur, terbukti Bupati dan rombongan yang datang pada tanggal 25-26 Oktober kemarin disambut dengan tarian Kuda Kepang. itu suatu bukti bahwa dimanapun keberadaan mereka tapi tidak pernah melupakan daerahnya, terutama dibidang kesenian, seperti kesenian kuda lumping yang asli kesenian daerah orang tua mereka  mewariskan pada anak-anaknya sambil diperkenalkan pada masyarakat di kecamatan Menthobi ,dan merambah KeKabupaten Lamandau.
        Pada kesempatan tersebut seolah-olah merupakan reuni bagi Bupati , karena ternyata ada beberapa dari mereka yang semula adalah teman sekolah semasa SD, dan dalam  kesempatan tersebut  transmigran mengharap adanya bantuan alat gamelan karena mereka belum memiliki gamelan sampai sekarang.(heri).

OL : 30-10-2013.

IKLAN

 

Arsip Berita