Home » » TAK LAYAK DIRESMIKAN, BANGUNAN PUSKESMAS PAGERBARANG DIDUGA BERKUALITAS RENDAH

TAK LAYAK DIRESMIKAN, BANGUNAN PUSKESMAS PAGERBARANG DIDUGA BERKUALITAS RENDAH

Written By Media Rakyat on Saturday, 28 September 2013 | 01:50:00

Bangunan Puskesmas Pagerbarang yang akan diresmikan.
Slawi (Media Rakyat), Kegiatan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pembangunan UPTD Puskesmas tahun Anggaran 2012 lalu telah selesai dikerjakan dan rencananya dalam waktu dekat akan segera diresmikan oleh Dinas terkait, namun  yang terjadi di UPTD Puskesmas Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal, sekilas nampak bangunan UPTD Puskesmas tersebut sudah jadi dan terlihat megah dan mewah, namun diduga dalam pembangunanya mengunakan bahan yang berkualitas rendah. 
      Kepala UPTD Puskesmas Pagerbarang, dr Hj SA Muraeny  pada hari Jumat (27/9/2013) menuturkan, bahwa dalam waktu dekat ini, tepatnya Senin (30/9) mendatang, bangunan puskesmas yang sudah jadi tersebut akan diresmikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal. dan UPTD dalam acara peresmian nanti rencananya akan mengundang Kepala Dinas terkait, Kepala Desa Randusari, dan Muspika. Namun Dia merasa kaget dan kecewa, saat melakukan penataan untuk persiapan kegiatan peresmian yang akan dilaksanakan Senin (30/9) besok, ternyata bangunan yang tampak megah dan mewah tersebut kualitasnya kurang memuaskan. itu terbukti banyak bagian dinding yang retak-retak, warna cat dindingnya juga mulai pudar, dan ada beberapa teralis logam alumunium yang menggunakan sambungan, sehingga terlihat kurang rapi.
     
Beberapa dinding bangunan banyak yang sudah retak
Menurutnya, pembangunan gedung UPTD Puskesmas tersebut telah menghabiskan biaya yang tidak sedikit, yakni Rp 664.700.000 dari DAK Anggaran tahun 2012 lalu. Selama ini, lanjut dia, gedung tersebut belum pernah digunakan, hal tersebut disebabkan karena terkendala dengan minimnya air, baik untuk mencuci maupun kebutuhan lainnya, juga bangunan gedung yang baru tersebut, tidak ada fasilitas air  yang  sangat dibutuhkan, karena bangunan tersebut merupakan ruang Tindakan, baik untuk orang melahirkan maupun  menangani orang sakit. "Memang dulu waktu masih baru, sumur bor tersebut sempat mengeluarkan air, namun sekarang sudah tidak keluar lagi, dengan terpaksa kami meminta sambungan air dari Kantor Desa Randusari yang kebetulan bersebelahan dengan kami" terangnya. 
      Selain itu tambah dia, hampir semua lampu penerangan yang ada dalam gedung baru tersebut tidak menyala. “Ada sekitar tujuh buah lampu yang mati, terpaksa kami harus menggantinya dengan yang baru  karena mau ada peresmian dan kami membelinya sendiri ” pungkasnya. (Rid/Ver/MR/99)

OL : 28 September 2013.

IKLAN

 

Arsip Berita