Home » » DEWAN KESENIAN PEMALANG RENCANA MENGGELAR RAKER

DEWAN KESENIAN PEMALANG RENCANA MENGGELAR RAKER

Written By Media Rakyat on Tuesday, 10 September 2013 | 12:26:00

Ketua DKP Andi Rustono
Pemalang (Media Rakyat), Dewan Kesenian Pemalang (DKP) yang menjadi wadah para seniman di Kabupaten Pemalang, akan menggelar Rapat Kerja (Raker) ke-2 pada bulan Oktober mendatang. Dalam Raker itu juga akan disampaikan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) dari semua komite yang berada dalam wadah organisasi DKP. 
      Terkait rencana Raker tersebut, Ketua DKP, Andi Rustono, menyampaikan, kegiatan akan digelar sekitar minggu ke-3 Oktober di Padepokan Seni Lintang Kemukus, Paduraksa Pemalang. “Kami akan melaksanakan Raker dan penyampaian LPJ sekitar tanggal dua puluh Oktober mendatang di Padepokan Lintang Kemukus,” tuturnya kepada Media Rakyat di sanggarnya baru-baru ini. 
        Menurut Andi, Raker yang akan digelar nantinya merupakan yang kedua kalinya, yang pertama digelar April tahun 2012 lalu di Mulyoharjo. Sedangkan DKP yang dipimpinnya dikukuhkan melalui Musda pada 26 Februari 2012 lalu. 
      Andi menambahkan, dalam rapat nanti akan dibahas program kerja setahun kedepan untuk semua komite seni yang ada. Sementara ini semua komite telah berupaya meningkatkan eksistensi melalui berbagai kegiatan yang diikuti para seniman. Kesenian di Pemalang, kata dia, pada dasarnya cukup berepotensi untuk dikembangkan. Terutama kesenian tradisional yang akhir-akhir ini seakan hilang dari peredaran lantaran gerusan kesenian modernitas. “Kesenian tradisional khas Pemalang sebenarnya cukup berpotensi sehingga kami berupaya nguri-uri agar tidak punah,” jelasnya. 
       Untuk itu DKP sebagai wadah organisasi para seniman berusaha mengakomodir aspirasi mereka melalui kegiatan-kagiatan yang relevan. Misalnya saja untuk seni rupa diselenggarakan pameran lukisan. Demikian halnya bidang kesenian lain seperti tari, teater, musik dan sastra. Andi menambahkan, dengan telah terbentuknya wadah organisasi diharapkan para seniman semakin giat berkiprahseni sehingga keberadaan kesenian benar-benar bernilai tambah bagi masyarakat. (Ruslan Nolowijoyo)

OL: 10 September 2013.

IKLAN

Arsip Berita