Home » » KEPALA SEKOLAH 'AROGAN' DILAPORKAN KE POLISI

KEPALA SEKOLAH 'AROGAN' DILAPORKAN KE POLISI

Written By Media Rakyat on Thursday, 18 April 2013 | 18:01:00

Soni selaku korban saat memgberikan penjelasan
Slawi (Media Rakyat) Tak sewajarnya perilaku kekerasan dimiliki oleh Kepala Sekolah (KEPSEK)atau guru pendidik karena sejati nya mengajar murid dibutuhkan kesabaran hingga tidak perlu mengunakan cara kekerasan karena yang diperlukan murid adalah kasih sayang dan perhatian. Tapi tidak semua KEPSEK yang seharusnya bisa melindungi anak didik nya memiliki sifat itu.
        Seperti yang terjadi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah Kramat Kabupaten Tegal, Abdul Wahid SKom selaku Kepala Sekolah  dilaporkan oleh salah satu orang tua murid, karena diduga melakukan tindakan penganiayaan terhadap salah seorang siswanya yang bernama  Soni Widodo (18) siswa kelas XII, warga RT 17 RW 7 Desa Sidoharjo Kecamatan Suradadi, peristiwa tersebut  terjadi pada hari Sabtu (13/04) yang mengakibatkan korban mengalami luka sobek pada bibir bawahnya, hingga mendapat jahitan, karena dilempar Hand Phone (HP) milik oknum KASEK tersebut.
        Menurut  Humas SMK Muhammadiyah Kramat, M Faqih Hamidi SAg mengatakan, peristiwa dugaan kekerasan tersebut terjadi saat sekolah menggelar acara doa bersama bagi siswa kelas XII yang akan melaksanakan ujian nasional. Doa bersama itu dilakukan oleh semua guru ke murid kelas XII dan juga murid kelas X dan XI untuk bersama memberikan doa agar ujian Nasional bisa dilalui dengan lancar dan semoga lulus semuanya. “persisnya saya kurang tahu kejadian tersebut karena pada saat itu semua murid kelas XII ada di dalam masjid sekolah untuk melakukan perenungan persiapan UN yang dilaksanakan Senin (15/4) kemarin. Saya hanya mendapat info saja, kalau ada kejadian kekerasan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah kami hingga mengakibatkan korban luka padabagian mulutnya,” terangnya. Namun Fakih menganggap kejadian itu adalah kesalahpahaman antara Kepala  Sekolah dengan siswanya yang mengira Soni datang terlambat dan saat memarkir kendaraannya sembarangan. dan langsung mendatangi Soni yang secara spontan melempar HP ke muka Soni dan mengenai tepat pada mulutnya, “setelah kejadian tersebut Soni saya panggil untuk dimintai keterangan, ternyata korban saat itu sedang disuruh sama guru dan juga sekuriti sekolah untuk dimintai tolong merapikan kendaraan yang ada di tempat parkir sekolah” jelasnya.
         Soni Widodo mengaku, kejadian itu dilakukan secara spontan oleh Kepala Sekolah tanpa alasan yang jelas. "itu terjadi di tempat parkir sekolah, sekitar pukul 09.00 WIB Sabtu (13/4) lalu, padahal saat itu saya sedang dimintai tolong untuk merapikan kendaraan, namun saya dituduh datang terlambat dan parkir sembarangan oleh  Kepala Sekolah yang  langsung melempar HP ke muka saya," ujarnya. 
        Atas kejadian itu Soni harus menjalani operasi kecil pada bibir bawahnya yang sobek. Hal tersebut menjadikan Orang tua Soni dan paman nya Solikhin (35) tidak terima  Soni mendapat perlakukan tersebut dan  langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kramat Sabtu (13/4) siang lalu. "saya beserta paman ke Polsek Kramat guna melaporkan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah karena kekerasan seperti itu terjadi bukan hanya kepada saya saja, dalam satu bulan ini berati sudah ada dua korban, minggu lalu juga terjadi hal yang serupa dan korbannya merupakan siswi kelas XI. Siswi tersebut ditampar hingga pingsan, pada acara motivasi UN belum lama ini," tuturnya.
         Kapolsek Kramat AKP Ngakan K Putra SH melalui Kanit Reskrim Polsek Kramat Aiptu Priyono, membenarkan adanya laporan dari korban dugaan kekerasan yang dilakukan oleh Kepala SMK Muhammadiyah Kramat Abdul Wahid, pada Sabtu (13/4) siang lalu. Pihak pelapor meminta supaya kasus nya ditindaklanjut setelah ujian nasional selesai, yakni Kamis (18/4). dengan maksud supaya korban tidak terganggu konsentrasinya, karena sedang melaksanakan UN. "Pelaku akan kami panggil untuk dimintai keterangan terkait laporan tindakan kekerasan yang dilakukannya, Kamis (18/4) mendatang. Jika memang terbukti melakukan kekerasan, maka pelaku akan di kenakan Pasal 351 tentang Penganiayaan" pungkasnya (Farid/MR/99)

IKLAN

Arsip Berita