Home » » TERKAIT KUNJUNGAN PRESIDEN, PEMKAB PEMALANG SEGERA PERBAIKI JALAN RUSAK.

TERKAIT KUNJUNGAN PRESIDEN, PEMKAB PEMALANG SEGERA PERBAIKI JALAN RUSAK.

Written By media rakyat99 on Saturday, 19 January 2013 | 07:41:00

         PEMALANG –( Media Rakyat) Menyambut kedatangan Presiden SBY di Pemalang yang diperkirakan akan berlangsung pada Minggu pertama dan kedua Februari, Pemkab Pemalang akan percepat pelaksanaan perbaikan jalan yang rusak. Bupati Pemalang H Junaedi SH MM didampingi Sekda Drs Budhi Rahardjo MM dan Asisten Tata Pemerintahan Drs Rifqi Jaya MSi menjelaskan, untuk perbaikan jalan Pemkab Pemalang memberikan porsi yang besar dalam APBD 2013 sebesar Rp 50 miliar dengan dihotmix. Sedangkan untuk pemeliharaan disediakan anggaran sebesar Rp 18 miliar. ''Kami akan percepat perbaikan jalan yang rusak itu. Apalagi pada pekan pertama atau kedua Februari Presiden SBY akan melakukan kunjungan kerja ke Pemalang,'' katanya dalam jumpa pers diruang kerjanya kamis (17/1), perbaikan jalan itu salah satu yang menjadi kosentrasi perhatian adalah jalur lingkar selatan. Kini kondisinya makin parah karena dilewati arus kendaraan lintas nasional, dampak dari pengalihan arus kendaraan dari jalur pantura.

Bupati Pemalang di dampingi Sekda dan Asisten I pemerintahan. 
Saat jumpa Pers.
          Akibat pengalihan arus itu kerusakan bukan saja terjadi pada jalur lingkar selatan, namun juga arus jalan lainnya yang dijadikan jalur alternatif. Diantara ruas jalan Desa Ujunggede, Desa Losari, Desa Blimbing, Desa Gondang, Desa Cibelok hingga Gudang Balok. Kondisi ruas jalan desa itu kini rusak cukup parah karena dilewati kendaraan berat seperti petikemas, bus dan tronton. Perbaikan jalan akan dilakukan pula pada rute kedatangan Presiden SBY di Desa Gombong, Kecamatan Belik jalan akses ke PTP Semugih Banyumudal, Kecamatan Moga dan jalan Randudongkal-Bantarbolang.
         Bupati ikut merasakan kesedihan penduduk setempat yang mengalami jalan rusak. Namun dia mengajak kepada masyarakat untuk bersabar. Karena Pemalang merupakan bagian dari Negara Kesatuan RI. Ketika jalur nasional tersendat dan jalan kabupaten diminta untuk dilewati, maka tidak bisa menolaknya. ''Ini adalah rencana kami sejak awal dalam menyusun anggaran. Kebetulan juga karena akan kedatangan Presiden. Bukan karena ada unjukrasa dari sekelompok masyarakat baru-baru ini,'' jelasnya. (Heri)

IKLAN

Arsip Berita