Home » » PERNYATAAN SIKAP PWI PEMALANG TERKAIT DEMO WARTAWAN

PERNYATAAN SIKAP PWI PEMALANG TERKAIT DEMO WARTAWAN

Written By Media Rakyat on Wednesday, 16 January 2013 | 08:00:00

      PEMALANG – (Media Rakyat ) Terkait Aksi demo Wartawan dan LSM yang merupakan merupakan buntut dari pernyataan Setda Pemalang Drs. Budi Rahardjo yang dilansir media cetak Rabu (9/1/2013) Dalam sebuah berita berjudul ‘Sistem Kegiatan Perlu Dirubah’ Budi mengatakan, ke depan tidak ada lagi broker – broker proyek yang mengaku dari LSM atau wartawan. Pernyataan inilah yang dinilai melecehkan profesi wartawan. 
      Aksi demo wartawan tersebut menjadikan pertanyan di kalangan masyarakat tentang tugas dan fungsi Wartawan terutama pada organisasi wartawan yang menaunginya. Perwakilan PWI Jateng VII Riyadi ks menjelaskan “ Tugas Wartawan adalah mencari berita , menulis dan mengirim berita secara professional, kalau wartawan demo terkait dengan berita yang di tulis wartawan, itu tidak punya etika. Wartawan boleh aksi tapi mengarah yang positip. Dan wartawan anggota PWI sudah dibekali dunia jurnalistik yang baik dan benar. Jika ada wartawan PWI ikut aksi itu akan kami undang.” Jelasnya. 
     Ketua Forum Ormas dan LSM Kab. Pemalang melalui Sekretaris Ulil Albab dalam penjelasannya mengatakan bahwa terkait pemberitaan di media cetak tanggal 9 januari 2013 tentang Broker – Broker proyek yang mengaku dari LSM atau Wartawan. Forum Ormas dan LSM Kab. Pemalang berpendapat bahwa secara bahasa tidak ada yang salah hanya beda penafsiran. Dan itu menurutnya tidak perlu diperdebatkan dan diperpanjang. Bahkan secara substansif sangat mendukung sikap tegas Pemda atau Sekda agar kedepan broker-broker proyek benar-benar tidak diberi tempat atau ruang. Karena hal tersebut dapat mengganggu tatanan pembangunan dan mengurangi kualitas pekerjaan/proyek. Tugas dan ruang lingkup kerja LSM adalah Pemberdayaan Masyarakat, Advokasi dan Kontrol social, bukan mencari –cari proyek/pekerjaan ,yang itu adalah kewenangannya rekanan/kontraktor.“ Kepada para SKPD, kami menghimbau agar jangan memberikan pekerjaan /proyek kepada yang bukan ahlinya, dengan mengaku-ngaku dari komponen masyarakat apapun, apalagi karena rasa takut, asalkan para SKPD melakukan kegiatannya secara transparan dan jujur kami rasa tidak ada masalah “ tegasnya. (Heri)

IKLAN

Arsip Berita